Rabu, 14 Januari 2026

Wartawan Terpapar Gas Air Mata di Demo Pati Drop, Sempat Dikira Meninggal Dunia

Sasminto - Rabu, 13 Agustus 2025 19:39 WIB
Wartawan Terpapar Gas Air Mata di Demo Pati Drop, Sempat Dikira Meninggal Dunia
Kondisi Lilik Yuliantoro , jurnalis yang sempat dikabarkan meninggal, ternyata masih hidup dan kini mendapat perawatan di RSUD Suwondo dengan kondisi fisik drop akibat gas air mata yang ditembakkan Polisi untuk membubarkan massa demonstrasi menuntut H. Sa

Kitakini.news - Aksi demonstrasi besar-besaran yang berlangsung di depan Kantor Bupati Pati, Jawa Tengah, pada Rabu (13/8/2025), tak hanya diwarnai kericuhan, tetapi juga diiringi kabar mengejutkan yang sempat membuat heboh publik. Beredar luas informasi bahwa seorang jurnalis bernama Lilik Yuliantoro dari media Tuturpedia.com meninggal dunia saat menjalankan tugas peliputan di tengah massa yang memprotes kebijakan Bupati Sudewo.

Baca Juga:

Kabar duka tersebut cepat menyebar di media sosial, termasuk dalam grup-grup komunikasi internal wartawan dan aktivis media. Banyak warganet yang menyampaikan belasungkawa, bahkan beberapa unggahan menyertakan potongan video saat Lilik terlihat mengalami sesak napas setelah terpapar gas air mata yang ditembakkan aparat untuk membubarkan massa.

Namun, tidak lama setelah kabar itu viral, pihak redaksi Tuturpedia.com mengeluarkan klarifikasi resmi melalui akun media sosial mereka. Dalam pernyataan tersebut, redaksi menegaskan bahwa Lilik memang menjadi korban dalam insiden tersebut, namun ia tidak meninggal dunia sebagaimana ramai diberitakan. Ia disebut mengalami kondisi fisik yang menurun drastis akibat paparan gas air mata saat meliput langsung dari tengah kerumunan demonstran.

"Kabar terbaru yang kami dapatkan, Lilik Yuliantoro sedang mendapat penanganan medis di RSUD Suwondo. Lilik saat ini dalam kondisi sadar namun lemas karena efek gas air mata," tulis pihak Tuturpedia.com dalam keterangan resmi.

Lilik diketahui berada di garis depan saat demonstrasi berlangsung. Ia membawa identitas pers dan mengenakan perlengkapan liputan, namun tetap tidak luput dari dampak pembubaran paksa yang terjadi sekitar siang hari. Saat mulai mengalami gejala sesak napas, ia sempat mencoba melakukan pertolongan mandiri, seperti mengoleskan pasta gigi ke wajahnya, cara yang biasa dilakukan demonstran untuk mengurangi efek gas. Namun kondisinya terus menurun hingga akhirnya dievakuasi ke rumah sakit.

Hingga Kamis pagi, berdasarkan pantauan rekan media yang mengunjungi RSUD Suwondo, kondisi Lilik dilaporkan mulai stabil, namun masih memerlukan observasi intensif. Tim medis menyebutkan bahwa efek gas air mata bisa sangat membahayakan bagi individu dengan riwayat gangguan pernapasan atau saat terkena dalam dosis tinggi dan waktu lama.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pimpin Apel Perdana, Haikel Tekankan Empati Bencana dan Integritas Polres Tapteng

Pimpin Apel Perdana, Haikel Tekankan Empati Bencana dan Integritas Polres Tapteng

Dandim 0212/Tapsel Dampingi Bobby ke Lokasi Pengungsian

Dandim 0212/Tapsel Dampingi Bobby ke Lokasi Pengungsian

Rayakan Natal, Bupati Taput Ingatkan Tuhan Datang ke Dunia yang Gelap

Rayakan Natal, Bupati Taput Ingatkan Tuhan Datang ke Dunia yang Gelap

Isu Tahanan Kabur di Medan Dibantah, Kejari Akui Ada Upaya Pelarian

Isu Tahanan Kabur di Medan Dibantah, Kejari Akui Ada Upaya Pelarian

Bupati & Ketua TP PKK Tinjau Lokasi Banjir di Desa Sugiharjo

Bupati & Ketua TP PKK Tinjau Lokasi Banjir di Desa Sugiharjo

Pertama dalam Sejarah, Deliserdang Raih Penghargaan Kabupaten Sehat Swasti Saba Wiwerda

Pertama dalam Sejarah, Deliserdang Raih Penghargaan Kabupaten Sehat Swasti Saba Wiwerda

Komentar
Berita Terbaru