Kamis, 22 Januari 2026

Breaking News! Ketua Majelis Hakim Vonis Mati Ferdy Sambo, Hakim Sebut tak Ada yang Meringankan

- Senin, 13 Februari 2023 15:49 WIB
Breaking News! Ketua Majelis Hakim Vonis Mati Ferdy Sambo, Hakim Sebut tak Ada yang Meringankan

Kitakini.news – Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso, menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Ferdy Sambo pada sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/02/2023) sore. Hakim Wahyu Imam Santoso, menyebut tidak ada hal yang meringankan bagi mantan Kepala Divisi (Kadiv) Propam Mabes Polri tersebut.

Baca Juga:

Majelis Hakim dalam putusannya mengatakan, Ferdy Sambo telah terbukti sengaja melakukan pembunuhan. Hal itu yang pada akhirnya membuatnya menembak mati Nopriansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Ferdy Sambo, SH, SiK, MH, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan pembunuhan berencana dan tanpa hak melakukan tindakan yang berakibat sistem elektronik tidak bekerja sebagai mana mestinya, yang dilakukan secara bersama-sama,” ujar majelis hakim Wahyu Iman Santoso membacakan putusannya melansir siaran langsung TV One, Senin (13/02/2023).

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana mati. Memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan, menetapkan barang bukti tetap terlampir dalam berkas dikembalikan kepada penuntut umum untuk digunakan dalam perkara lain,” ujar majelis hakim Wahyu Imam Santoso, membacakan putusan disambut gemuruh pengunjung yang hadir.

Majelis hakim dalam pertimbangannya tidak menemukan adanya hal yang meringankan bagi terdakwa sebagai hal untuk meringankan hukumannya.

“Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa dilakukan terhadap ajudan sendiri yang telah mengabdi kepadanya kurang lebih selama tiga tahun. Perbuatan terdakwa telah mengakibatkan duka yang mendalam bagi keluarga Nopriansyah Yosua Hutabarat,” katanya.

Majelis hakim dalam pertimbangannya, menyebutkan, akibat perbuatan terdakwa menimbulkan keresahan dan kegaduhan yang meluas di masyarakat. Terdakwa dalam persidangan juga tidak mengakui perbuatannya tersebut.

“Perbuatan terdakwa tidak sepantasnya dilakukan dalam kedudkukannya sebagai aparat penegak hukum dan pejabat utama Polri, yaitu, Kadi Propam Polri. Perbuatan terdakwa telah mencoreng institusi Polri di mata masyarakat Indonesia dan dunia internasional. Perbuatan terdakwa telah menyebabkan banyaknya anggota Polri lainnya yang turut terlibat. Terdakwa berbelit-belit  memberikan keterangan di persidangan dan tidak mengakui perbuatannya,” ucap hakim Wahyu.

Putusan hakim tersebut lebih tinggi dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut Ferdy Sambo dengan pidana penjara seumur hidup.

Selanjutnya hari ini (Senin 13/02/2023), majelis hakim akan menggelar sidang putusan untuk Putri Candrawathi.

Redaksi

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Situs Klub Nilai Komentar Mo Salah “Memalukan”, Isyarat Pergi dari Liverpool Jadi Jalan Terakhir?

Situs Klub Nilai Komentar Mo Salah “Memalukan”, Isyarat Pergi dari Liverpool Jadi Jalan Terakhir?

Tim Futsal Putra Terbaik se-Sumatera Siap Bertanding Babak Regional Final AXIS Nation Cup 2025 di Palembang

Tim Futsal Putra Terbaik se-Sumatera Siap Bertanding Babak Regional Final AXIS Nation Cup 2025 di Palembang

Muryanto Diperiksa KPK, Kemanan Kampus Intimidasi Larang Mahasiswa Protes

Muryanto Diperiksa KPK, Kemanan Kampus Intimidasi Larang Mahasiswa Protes

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Sumut Dipicu Masalah Pasokan

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Sumut Dipicu Masalah Pasokan

Inalum Genjot Produksi Green Aluminium dengan Teknologi Mutakhir Tiongkok

Inalum Genjot Produksi Green Aluminium dengan Teknologi Mutakhir Tiongkok

Raja Kungfu Dagestan Muslim Salikhov, KO Carlos Leal dalam 42 Detik di UFC Abu Dhabi

Raja Kungfu Dagestan Muslim Salikhov, KO Carlos Leal dalam 42 Detik di UFC Abu Dhabi

Komentar
Berita Terbaru