KBRI di Turki Siapkan Izin Kedatangan 4 Pesawat Bantuan Kemanusiaan RI
Kitakini.news – Untuk mendukung kedatangan misi kemanusiaan Indonesia pasca gempa bumi 7,8 Skala Richter, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara saat ini sedang mempersiakan teknis dan perizinan bagi kedatangan 4 pesawat bantuan kemanusiaan RI.
Baca Juga:
Tak hanya itu, KBRI Angkara juga memastikan dukungan logistik yang diperlukan tim kemanusiaan selama operasi, serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Turki (AFAD) di wilayah yang akan menjadi target operasi.
Demikian keterangan tertulis KBRI Ankara, Minggu (12/2/2023), seperti dilansir dari Inilah.com, Senin (13/2/2023).
Sesuai arahan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal beserta Tim Perlindungan WNI dan Atase Pertahanan KBRI Ankara telah berada di Adana, salah satu wilayah terdampak gempa, sejak Sabtu (11/2/2023) untuk mengoordinasikan pendaratan empat pesawat pengirim bantuan kemanusiaan dari Indonesia.
“Kita
juga menyiapkan dukungan logistik dan mengoordinasikan dengan AFAD teknis
operasional di wilayah yang menjadi target operasi kemanusiaan,” ujar Dubes
Iqbal.
Misi kemanusiaan yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (BNPB) dengan dukungan Kementerian Luar Negeri itu direncanakan tiba di
Turki dalam beberapa gelombang.
Untuk gelombang pertama, sebanyak dua pesawat militer –B737-500 dan
Hercules C-130– telah tiba pada Minggu dengan mengangkut 47 orang Tim Medium
Urban SAR dari INASAR Badan SAR Nasional serta peralatan pendukungnya.
Kemudian gelombang kedua, yakni satu pesawat Airbus A330-300 akan tiba pada Selasa (14/2/2023) dengan membawa sekitar 110 personel tim medis kedaruratan (Emergency Medical Team) dan 35 ton bantuan kemanusiaan sesuai permintaan pihak Turki, termasuk rumah sakit lapangan, 200 genset, tenda pengungsi, selimut, obat-obatan, dan beberapa keperluan darurat lain.
Kemudian,
untuk gelombang selanjutnya yakni satu pesawat Airbus A330-300 akan tiba dengan
membawa sekitar 40 ton bantuan kemanusiaan tahap akhir.
Seluruh
misi kemanusiaan RI akan mendarat di Kota Adana, salah satu daerah terdampak
bencana, yang bandaranya masih berfungsi.
Dari kota itu, misi kemanusiaan Indonesia akan bergerak ke Provinsi Hatay sebagai daerah paling terdampak oleh gempa bumi.
Redaksi
Situs Klub Nilai Komentar Mo Salah “Memalukan”, Isyarat Pergi dari Liverpool Jadi Jalan Terakhir?
Tim Futsal Putra Terbaik se-Sumatera Siap Bertanding Babak Regional Final AXIS Nation Cup 2025 di Palembang
Muryanto Diperiksa KPK, Kemanan Kampus Intimidasi Larang Mahasiswa Protes
Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Sumut Dipicu Masalah Pasokan
Inalum Genjot Produksi Green Aluminium dengan Teknologi Mutakhir Tiongkok