PSK dari Berbagai Daerah Praktik di IKN, 64 Orang Diamankan

Tercatat, hingga Juni 2025, sudah ada 64 PSK yang terjaring razia dari pihak terkait saat berpraktik di sekitaran IKN yang berada di Provinsi Kalimantan Timur.
Baca Juga:
Melansir berbagai sumber, Rabu (9/7/2025), PSK yang terjaring itu berasal Samarinda, Balikpapan Bandung, Makassar, dan Yogyakarta.
"Ada dua pola. Pertama secara online, mayoritas menggunakan aplikasi MiChat. Kedua, offline di titik-titik yang sudah kami petakan," ujar Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur,, Selasa (8/7/2025).
Yang jelas, personel Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara terus melakukan patroli penertiban di wilayah IKN karena kendati sudah ada Otorita IKN, tetapi secara administratif penegakan peraturan daerah (perda) masih jadi kewenangan pemerintah kabupaten setempat.
Berdasarkan pengakuan beberapa PSK yang terjaring, seorang PSK bisa melayani lima pelanggan dalam sehari. Namun belum dijelaskan apakah mereka beraksi di bawah arahan muncikari atau mandiri.
"Itu bisa tembus Rp1,5 juta per hari," sebutnya.
Di lain kesempatan, Kepala Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara, Bagenda Ali, mengatakan dalam tiga kali operasi penertiban terakhir khusus di wilayah Kecamatan Sepaku terjaring 64 orang perempuan diduga PSK.
"Operasi pertama petugas tertibkan dua orang pelaku, dan operasi kedua 32 orang ditertibkan, serta operasi ketiga 30 orang ditertibkan," ujarnya.
"Pelaku prostitusi menawarkan jasa dengan harga antara Rp400 ribu hingga Rp700 ribu sekali kencan," tambahnya.
Para PSK yang dari berbagai daerah itu kemudian, setelah dilakukan pembinaan, diminta segera meninggalkan wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dalam waktu dua hingga tiga hari.
Sebelumnya, kabar praktik PSK di sekitar IKN ini nemanh membuat heboh.
Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin bahkan terkejut saat mendengar laporan banyaknya PSK di kawasan yang akan jadi ibu kota negara Indonesia itu.
"Waduh, gawat, gawat, gawat, kok bisa gawat gitu, wah ini harus dicek ini, harus dicek," ujarnya menjawab pertanyaan wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/72025).
Pada rapat dengan DPR, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Selasa (8/7/2025) pun tidak membantah soal itu. Namun, Basuki menekankan praktik PSK bukan di IKN.
"Itu di Sepaku, 3 kilometer di Sepaku (dari kawasan inti IKN). Pernah ke sana belum? Nah, jadi memang bukan di IKN-nya bos. Kalau di IKN-nya enggak ada, itu di Sepaku," kata Basuki.
Dia mengatakan aparat gabungan mulai dari kepolisian, Satpol PP, dan pemerintah setempat pernah melakukan razia prostitusi tersebut saat Ramadan lalu.
Kala itu, ujar dia, ada delapan warung yang didatangi dan kemudian ditutup karena diduga menjadi lokasi prostitusi.
Sementara, praktik prostitusi yang dilakukan secara daring, dia menduga sebagai daur ulang atau dilakukan dalam modus lain.
Basuki pun mengatakan pihaknya ke depan akan terus melakukan operasi dan penjaringan terhadap tempat-tempat yang dicurigai sebagai lokalisasi. Baik oleh Deputi Pengendalian IKN, maupun kepolisian yang akan tergabung dalam Tim Terpadu.

Padi Reborn Rayakan HUT ke-80 RI di IKN

Bea Cukai dan Satpol PP Padangsidimpuan Gencar Razia Rokok Ilegal

Pembakaran Misterius Hanguskan Tiga Rumah Warga di Percut Sei Tuan, Warga Resah dan Minta Perlindungan

Pemkab Langkat Tertibkan Lapak Pedagang Pasar Tanjung Pura

Program Satpol PP Go to School Dapatkan Sambutan Positif
