Kamis, 22 Januari 2026

Oknum ASN Cabdis Pendidikan Nisel Diduga Pungli Gaji Guru, Berkat Laoli Lapor Gubsu

Heru - Kamis, 22 Mei 2025 22:03 WIB
Oknum ASN Cabdis Pendidikan Nisel Diduga Pungli Gaji Guru, Berkat Laoli Lapor Gubsu
(Kitakini.news/Heru Soesilo)
Bendahara Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Sumatera Utara, Pdt Berkat Kurniawan Laoli S.Pd MIP

Kitakini.news - Bendahara Fraksi Partai NasDem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara (DPRD Sumut), Pdt Berkat Kurniawan Laoli S.Pd MIP menyanyangkan pungutan liar yang diduga dilakukan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan (Nisel).

Baca Juga:

Berkat mengatakan pungutan liar ini diduga dilakukan oknum ASN tersebut kepada guru-guru SMA/SMK yang menerima tunjangan daerah terpencil (Dacil) yang dibayarkan pertriwulan.

"Tadi di paripurna saya sampaikan pada gubernur dan wakil gubernur terkait laporan dan keluhan dari guru guru di Nias Selatan," ujar Berkat Laoli kepada wartawan, di Gedung DPRD Sumut, Kamis (22/5/2025).

Berkat menerangkan, secara teknis memang gaji tersebut masuk langsung ke rekening para guru-guru. Namun dalam prakteknya diduga ada semacam kesepakatan yang dibuat agar mereka menyetor kembali pada oknum ASN.

"Memang itu kirim ke rekening mereka, namun sudah dibuat semacam kesepakatan kepada penerima Dacil itu, artinya ketika mereka terima duitnya, baru mereka setor," ujarnya.

"Jadi diduga ada oknum di Sekolah masing-masing yang menjadi tim penerima duit tersebut. Jadi itulah yang kemudian disetor mereka 30 persen," sambungnya.

Berkat mengakui, dirinya mendapat laporan tersebut dilengkapi dengan bukti transfer dari berapa guru yang menyetorkan.

Mirisnya lagi, kata Berkat, para guru-guru ini diancam akan dicoret dari data penerima Dacil bila tidak mau menyetor.

"Tadi saya sampaikan supaya itu ditindak, dipanggil, bayangkan saja kalau guru di Nias Selatan itu, yanb mendapatkan sebanyak 300 guru, kali 30 persen, berapa mereka bisa dapat," ungkapnya.

"Sementara guru guru yang mayoritas mendapatkan dana ini, adalah guru-guru GTT dana Bos. Sudah gaji hanya Rp500 Ribu satu bulan, Dacil juga dihajar sama oknum oknum ini," sambungnya.

Lebih lanjut Berkat mengatakan, praktek pungli seperti ini sudah seharusnya ditindak dengan cepat. Dia juga meyakini praktek pungli ini tidak hanya di Nias Selatan, di daerah lain juga ada prakter ini.

"Hanha belum ada yang berani mengungkapkan, Tadi pak wakil gubernur menanyakan apa itu Dacil, dan beliau bilang akan menindaklanjuti. Mudah mudahan itulah hasilnya," pungkasnya. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
100 Persen Sekolah di Sumut Teraliri Listrik dan Internet

100 Persen Sekolah di Sumut Teraliri Listrik dan Internet

Komisi E DPRD Sumut Minta Pemprovsu Segera Selesaikan Persoalan SMAN 5 Pematangsiantar

Komisi E DPRD Sumut Minta Pemprovsu Segera Selesaikan Persoalan SMAN 5 Pematangsiantar

DPRD Sumut Desak Pemerintah Hentikan Sementara Proyek Pembangunan Properti Citraland

DPRD Sumut Desak Pemerintah Hentikan Sementara Proyek Pembangunan Properti Citraland

Negara Tak Serius, DPRD Sumut Suarakan “Nias Merdeka”

Negara Tak Serius, DPRD Sumut Suarakan “Nias Merdeka”

Kadisdik Tebing Tinggi Jadi Tersangka Baru Korupsi Pengadaan Smartboard

Kadisdik Tebing Tinggi Jadi Tersangka Baru Korupsi Pengadaan Smartboard

Garda Pemuda NasDem & PSP Center Tebar 2000 Paket Sembako

Garda Pemuda NasDem & PSP Center Tebar 2000 Paket Sembako

Komentar
Berita Terbaru