Meutya Hafid: Track Record 13 Calon Dubes Sesuai Penempatan Negara Masing-Masing
Kitakini.news – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia (DPR-RI), Meutya Hafid mengungkapkan, bahwa sesuai dengan
Peraturan Perundang-undangan, hasil dari Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper
Test) terhadap 13 calon Duta Besar (Dubes) bersifat rahasia serta tertutup. Dan
sudah selesai dilakukan.
Baca Juga:
DPR-RI juga telah memastikan Track Record masing-masing calon Dubes sudah tidak ada masalah lagi dengan penempatan negaranya masing-masing. Dan untuk keputusan resminya akan disampaikan secara tertutup.
"Ini kan rata-rata hampir seluruhnya memang karir ya. Jadi kita sudah tahu Track Record-nya, kita sudah kenal penempatan wilayahnya, kita rasa tidak terlalu ada masalah," ujar Meutya di Jakarta, seperti dilansir dari laman resmi dpr.go.id, Jumat (3/2/2023).
Meutya juga menjelaskan, pasca Fit and Proper Test ini, pihaknya akan segera mengirim surat ke pimpinan DPR untuk diteruskan kepada Presiden Joko Widodo secara tertutup dan rahasia setelah selesai mewawancarai 13 calon dubes tersebut yang berlangsung sejak pagi hingga sore.
"Berjalan lancar. (Dinamikanya) biasa saja," lanjut Meutya.
Adapun daftar nama calon dubes RI yang telah menjalani uji kelayakan di Komisi I DPR RI sebagai berikut Acmad Rizal Purnama untuk Turki, I Gede Ngurah Swajaya untuk Konfederasi Swiss, Grata Endah Wedaningsih untuk Laos, Saud Purwanto Krisnawan untuk Afrika Selatan.
Selain itu, Santo Darmo Susanto untuk Kamboja, Acmad Ubaedillah untuk Brunei Darussalam, Sulaiman untuk Argentina, Arief Basalamah untuk Ukraina, Ricky Suhendar untuk Peru, Meidyatama Suryadiningrat untuk Romania, Trias Kuncahyono untuk Vatikan, Teuku Faizasyah untuk Kerajaan Norwegia, Dupito Simamora untuk Fiji.
Redaksi
Situs Klub Nilai Komentar Mo Salah “Memalukan”, Isyarat Pergi dari Liverpool Jadi Jalan Terakhir?
Tim Futsal Putra Terbaik se-Sumatera Siap Bertanding Babak Regional Final AXIS Nation Cup 2025 di Palembang
Muryanto Diperiksa KPK, Kemanan Kampus Intimidasi Larang Mahasiswa Protes
Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Sumut Dipicu Masalah Pasokan
Inalum Genjot Produksi Green Aluminium dengan Teknologi Mutakhir Tiongkok