Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah dan Lumpuhkan Aktrivitas di Belawan
Kitakini.news -Pasang air laut yang naik ke daratan atau banjir rob, Minggu (22/9/2024) merendam ratusan rumah di 2 Kecamatan di Pesisir Belawan.
Baca Juga:
Banjir yang terus terjadi saat fenomena alam tersebut, melumpuhkan aktivitas pintu gerbang roda perekonomian di Sumatera Utara melalui Pelabuhan Belawan.
Fenomena alam atau naiknya air laut sering disebut banjir rob, telah merendam ratusan rumah penduduk di dua Kecamatan di Pesisir Belawan yakni Medan Belawan dan Medan Marelan, Sumatera Utara.
Dampak banjir rob terparah di Kecamatan Medan Belawan yang merendam rumah dan harta benda. Banjir rob terjadi dalam sehari dua kali mulai pukul 23.30 malam dan siang pukul 12.00 dan kembali surut pada pukul 15.00 Wib.
Banjir rob sudah terjadi sejak lima hari terakhir dengan ketinggian mencapai 50 centimeter dan diprediksi akan berakhir hari Minggu ini.
Seorang warga Belawan, Nanda, mengatakan meski belum ada yang mengungsi setiap banjir rob, namun warga terpaksa begadang menunggu air surut, untuk menjaga harta benda mereka.
Jika Pemerintah Kota Medan, lambat dalam menangani banjir rob yang merendam
rumah penduduk, maka hal ini akan menghambat aktivitas roda perekonomian di
Sumatera Utara, melalui Pelabuhan Belawan. (**)
Bandar & Kurir 100 Kg Sabu Divonis Seumur Hidup, Pengendali Dihukum Mati
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Perairan Belawan hingga 23 Januari 2026
PMI Salurkan Bantuan Pemulihan Pascabencana, Targetkan Warga Kembali ke Rumah sebelum Ramadan
KM Nggapulu Sandar di Belawan dan Kembali Berangkat Membawa 2.910 Penumpang di Arus Balik Terakhir
Selama Arus Mudik Nataru 2025, Pengguna Jasa Angkutan Laut Meningkat 13 Persen Tiba di Belawan