Aceh Besar di Ambang Kekeringan, BPBD: Sudah Terlalu Panjang
Melansir berbagai sumber, Kamis (11/7/2024), kawasan terparah terjadi di Kecamatan Lhoknga. Posko pendistribusian air bersih pun sudah beroperasi di kantor camat setempat.
Baca Juga:
Kepala BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil mengatakan posko itu untuk mempermudah penanganan pendistribusian air bersih. Pun sebagai tempat warga menyampaikan informasi terkini.
"Kekeringan yang melanda kawasan Lhoknga sudah terlalu panjang, sehingga BPBD Aceh Besar mengambil kendali untuk penanganan ketersediaan air bersih akibat dampak kekeringan di Kecamatan Lhoknga," katanya.
Ridwan menerangkan, sejauh ini rata-rata mobil tangki yang dikerahkan untuk kebutuhan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan sebanyak 10 unit sampai 15 unit armada.
Air tersebut dipasok setiap hari dengan menggunakan mobil tangki baik itu dari BPBD, PDAM Tirta Mountala dan dibantu Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Aceh.
"Pendistribusian air bersih untuk warga di Kecamatan Lhoknga disesuaikan dengan permintaan dan laporan yang disampaikan oleh masing-masing kepala desa," katanya.
Sementara itu, Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto menyebutkan pihaknya sudah memberlakukan status siaga darurat bencana kekeringan, khususnya di Kecamatan Lhoknga.
Dia mengatakan penetapan status darurat tersebut adalah untuk memaksimalkan penanganan terdampak kekeringan, melibatkan personel instansi terkait, termasuk membuat skema operasional yang lebih teratur.
"Kita telah membahas melalui rangkaian rapat yang melibatkan legislatif, hingga lahir keputusan penetapan Siaga Darurat Bencana," pungkas Iswanto.*
Perkuat Kesiapsiagaan Nataru 2026, Lapas Kelas I Medan Jalin Sinergi dengan Damkar dan BPBD
Korban Banjir dan Longsor Ditemukan, BPBD Kota Sibolga Lanjutkan Pencarian
Korban Tercatat 47 Meninggal dan Ribuan Orang Mengungsi di Kota Sibolga
BPBD Catat 43 Warga Meninggal Dunia, Korban Banjir dan Longsor di Tapsel
Evakuasi Tanpa Henti Saat Banjir Besar Terjang Medan