Satu dari Tujuh Anak Indonesia Terpapar Timbal di Atas Ambang Batas
Melansir berbagai sumber, Kamis (22/1/2026), hal ini merupakan hasil penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Baca Juga:
"Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) jadi kunci utama pencegahan paparan timbal," kata Kepala Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Wahyu Pudji Nugraheni.
Penelitian ini melibatkan 1617 anak berusia 1-5 tahun. Dan, dalam penelitiannya, banyak anak terpapar timbal dari tempat kerja orang tua.
"Misalnya, orang tua yang ayahnya bekerja di pabrik cat. Dia pulang ke rumah masih memakai baju bekas dia bekerja di pabrik cat. Itu sebenarnya memberikan paparan kepada istri, anak. Nah, itu mestinya harus bersih dulu, baru pegang anak," ujar Wahyu.
Menurut Wahyu, kesadaran masyarakat berkaitan dengan dampak kesehatan dari paparan timbal masih cukup rendah. Edukasi pada masyarakat harus ditingkatkan.
"Ini mungkin masukan kami buat pemerintah untuk lebih intensif dan lebih masif memberikan penyuluhan," ujar dia.
Sumber paparan timbal lainnya yang diketahui adalah mainan anak. Risiko semakin meningkat saat anak kerap memasukkan tangan atau benda apa pun ke dalam mulut.
Wahyu menyarankan agar orang tua membersihkan mainan secara rutin.
Selain paparan dari luar, faktor gizi juga berpengaruh untuk mencegah dampak timbal. Kalsium dan zat besi merupakan dua nutrisi penting untuk anak.
Masih Mau Aktif di Dunia Hiburan, Lesti Kejora Disuruh Istirahat
Anak Rizal Armada Meninggal dalam Kandungan
Denada Tersangkut Kasus Penelantaran Anak Kandung
Hamil Anak Kedua, Via Vallen Liburan ke Jepang
PAN Gelar Doa Akhir Tahun Bersama Anak Yatim, Yahdi Khoir: Lebih Bermakna dari pada Pesta Hura-hura