Rabu, 21 Januari 2026

Dua dari Tiga Orang Indonesia Kena Penipuan Digital: Perbaiki Kata Sandi yang Lemah

Fitri - Senin, 19 Januari 2026 21:58 WIB
Dua dari Tiga Orang Indonesia Kena Penipuan Digital: Perbaiki Kata Sandi yang Lemah
freepik.com
Ilustrasi, kata sandi atau password
Kitakini.news - Kasus penipuan secara digital masih terus marak. Diduga ini semua berawal dari pemilihan kata sandi atau password yang lemah.

Melansir berbagai sumber, Senin (19/1/2026), laporan State of Scams in Indonesia 2025 menemukan 2 dari 3 (66 persen) orang dewasa di Indonesia mengalami penipuan dalam setahun terakhir.

Baca Juga:

Hal itu setara dengan 55 paparan per orang per tahun.

Pun, menurut data yang dimiliki Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepanjang tahun 2025, ada lebih dari 135.000 laporan terkait kasus penipuan digital.

Modus penipuan menggunakan tautan palsu, mengaku dari institusi tertentu, mengirim file aplikasi berformat APK, hingga penipuan berkedok hadiah yang berujung merugikan para korban.

Total kerugian dengan modus-modus tersebut mencapai Rp8,2 triliun.

Angka tersebut menunjukkan, masih banyak masyarakat yang menjadi korban akibat lemahnya perlindungan akun digital.

Karena itu, langkah pencegahan dasar, langkah sederhana namun krusial, yakni mengganti password di akun digital ke kombinasi password yang lebih kuat, termasuk di akun e-commerce.

Berikut beberapa tips mengganti password yang lebih kuat, unik, dan tetap mudah diingat:

1. Teknik mnemonic

Salah satu cara praktis untuk mengelola banyak password adalah dengan menggunakan teknik mnemonic atau frasa unik.

Teknik ini memanfaatkan kalimat personal yang mudah diingat, tetapi sulit ditebak oleh orang lain.

2. Panjang dan kompleks

Semakin panjang password, semakin sulit ditebak. Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol, tetap dari kata atau frasa yang mudah kamu ingat.

3. Frasa atau akronim pribadi

Buat password dari frasa atau akronim yang hanya bisa dipahami sendiri, lalu variasikan untuk tiap akun.

Hindari menggunakan satu password yang sama di semua aplikasi agar risiko pembobolan tidak meluas.

4. Hindari informasi pribadi

Nama, tanggal lahir, atau nama anggota keluarga mudah ditebak, apalagi jika informasinya bisa dilihat di media sosial.

Sebaiknya gunakan kombinasi huruf dan angka acak yang tidak berkaitan langsung dengan data pribadi.

5. Jangan pakai password umum

Password seperti 123456, password, admin, atau kata umum lainnya masih sering digunakan dan sangat rentan diretas.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pasutri Dituntut 2,5 Tahun Penjara dalam Kasus Penipuan Proyek Fiktif Rp1,4 Miliar

Pasutri Dituntut 2,5 Tahun Penjara dalam Kasus Penipuan Proyek Fiktif Rp1,4 Miliar

Reksa Dana dan ETF, Jembatan Emas Investor Ritel di Tengah Geliat Pasar Modal Indonesia

Reksa Dana dan ETF, Jembatan Emas Investor Ritel di Tengah Geliat Pasar Modal Indonesia

Dosen IPTapsel Lakukan PKM ke SDN 101501 Bintuju

Dosen IPTapsel Lakukan PKM ke SDN 101501 Bintuju

Penipuan Modus Tusuk Gigi di ATM, Pelaku Mengaku Sudah Beraksi di Sibolga

Penipuan Modus Tusuk Gigi di ATM, Pelaku Mengaku Sudah Beraksi di Sibolga

Tiga Warga Sumsel dan Sumbar Beraksi Pakai Tusuk Gigi Menipu Korban di ATM

Tiga Warga Sumsel dan Sumbar Beraksi Pakai Tusuk Gigi Menipu Korban di ATM

Modus Menolong, Residivis di Karo Nekat Mencuri Sepeda Motor Korban Lakalantas

Modus Menolong, Residivis di Karo Nekat Mencuri Sepeda Motor Korban Lakalantas

Komentar
Berita Terbaru