Pribadi Manusia Tidak Lagi Ekstrovert dan Introvert, Ada Otrovert
Menurut beberapa sumber, Minggu (21/9/2025), Rami Kaminski, psikiater asal Amerika Serikat (AS), menciptakan frasa 'otrovert' setelah mengenali tipe kepribadian tersebut pada dirinya sendiri dan beberapa pasiennya.
Baca Juga:
"Otrovert sangat ramah dan mampu menjalin hubungan yang mendalam dengan orang lain," katanya.
Pada hakikatnya, otrovert merupakan gabungan dari introvert dan ekstrovert.
Orang otrovert umumnya bisa berinteraksi dengan kelompok sosial yang besar, tapi bukan berarti mereka terhubung dengan kelompok tersebut.
"Satu-satunya perbedaan sosial terjadi pada kurangnya koneksi dengan kelompok: identitas kolektif atau tradisi bersama," ujar Kaminski.
Kaminski mengatakan, orang-orang otrovert lebih suka melawan arus dan cenderung memiliki pola pikir berbeda dari sebagian besar masyarakat.
"Orang otrovert menyadari sejak dini bahwa mereka merasa seperti orang luar dalam kelompok mana pun. Padahal, mereka sebenarnya cukup populer dan diterima dalam kelompok," ujarnya.
Sebagai akibatnya, orang otrovert sering merasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan dunia di sekitar mereka.
Misalnya, dalam sebuah pesta, orang otrovert lebih suka terlibat obrolan mendalam dengan satu orang di sudut yang tenang daripada menjadi social butterfly yang berpindah dari satu tamu ke tamu yang lain.
"Itu karena kaum otrovert tidak peduli membuat orang terkesan atau takut ditolak. Mereka juga tidak akan kehilangan apa pun," pungkas Kaminski.
ADCP Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang
Mati karena Bencana di Sumut, Orangutan Tapanuli Makin Rawan
Efek Bencana di Aceh, Stasiun Penelitian Orangutan Ketambe Tutup
Korban Bencana di Sumatera Juga Butuh Bantuan Psikologis
Peringatan 78 Reskrim Polri, Polda Sumut Salurkan Bantuan Pada Warga Monginsidi dan Jurnalis Terdampak Banjir