Kamis, 22 Januari 2026

Beda dengan Kopi Luwak, Cobalah Kopi Monyet

Fitri - Sabtu, 10 Mei 2025 20:35 WIB
Beda dengan Kopi Luwak, Cobalah Kopi Monyet
Ilustrasi/freepik
Monyet
Kitakini.news - Indonesia dikenal dengan kopi luwak, harganya pun lumayan mahal. Belakangan, seperti tak mau kalah dengan kopi luwak, di belahan bumi lain juga ada kopi monyet.

Melansir berbagai sumber, Sabtu (10/5/2025), kopi monyet ini berasal dari biji kopi yang dilepeh oleh seekor monyet.

Baca Juga:

Menyeduh kopi monyet sama seperti menyeduh kopi lainnya. Namun, rasa kopi monyet sangat berbeda dari kopi biasanya. Hal ini karena air liur monyet memecah enzim dalam biji kopi.

Air liur monyet itu kemudian mengubah profil rasa secara keseluruhan. Kopi monyet punya rasa yang lebih manis dan lebih kompleks daripada kebanyakan kopi.

Selain itu, kopi ini juga memiliki spektrum penuh rasa kopi, termasuk cokelat, jeruk, dan kacang-kacangan, dan vanila yang cenderung menonjol.

Kopi ini juga memiliki body yang tebal, tingkat keasaman yang normal, dan sedikit rasa pahit.

Meski terlihat menjijikkan, tetapi kopi ini punya karakter unik. Dan, negara yang marak memproduksinya adalah India dan Taiwan.

Kopi monyet ini berasal dari Chikmagalur, India dan ada juga yang berasal dari Taiwan. Perkebunan kopi di kedua negara tersebut biasanya terletak di sepanjang hutan.

Di Taiwan, monyet batu Formosa secara alami menghuni hutan di negara tersebut. Sementara hutan di India banyak dihuni oleh monyet rhesus.

Monyet-monyet tersebut cukup sering mengunjungi tanaman kopi. Para petani tidak bisa berbuat banyak untuk menghindarinya, jadi mereka mengubah hama tersebut menjadi alat untuk menghasilkan kopi yang nikmat.

Konkretnya, monyet-monyet di hutan secara naluriah tertarik pada ceri kopi yang paling matang dan paling manis yang tumbuh di perkebunan kopi.

Mereka akan memilih ceri kopi terbaik, memetiknya, memakan, dan mengunyahnya selama beberapa menit.

Kemudian, monyet akan meludahkan atau melepehkan biji kopi yang tersisa.

Nah, sisa-sisa lepehan tersebut biasanya akan dikumpulkan di dekat monyet-monyet saat memakan ceri kopi. Sisa lepehan tersebutlah yang dimanfaatkan oleh para petani kopi.

Biji kopi tersebut kemudian dibersihkan, diproses, dan dikeringkan. Biji kopinya terlihat berwarna abu-abu bukan hijau seperti biji kopi pada umumnya

Terkadang ada bekas gigitan monyet pada biji kopinya. Setelah biji kopinya kering, kemudian dipanggang, lalu dijual dan dapat langsung diseduh.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Roger Danuarta Tepikan Sinetron demi Bisnis Kopi Aceh

Roger Danuarta Tepikan Sinetron demi Bisnis Kopi Aceh

Bersama Bupati Batubara, Yahdi Khoir Tinjau Kesiapan Nataru, Pastikan Kebutuhan Aman

Bersama Bupati Batubara, Yahdi Khoir Tinjau Kesiapan Nataru, Pastikan Kebutuhan Aman

Bagi Pecinta Kopi, Ini Tiga Jurus Melihat Kualitas Menurut Pakar

Bagi Pecinta Kopi, Ini Tiga Jurus Melihat Kualitas Menurut Pakar

Aroma Kopi Bisa Bantu Mendeteksi Bau Badan, Cobalah!

Aroma Kopi Bisa Bantu Mendeteksi Bau Badan, Cobalah!

Masih Belajar Menikmati Kopi, Cobalah Tiga Jenis Ini

Masih Belajar Menikmati Kopi, Cobalah Tiga Jenis Ini

Jalan-jalan ke Banda Aceh, Jangan Lupa Cicipi Kopi di Kedai Ini

Jalan-jalan ke Banda Aceh, Jangan Lupa Cicipi Kopi di Kedai Ini

Komentar
Berita Terbaru