Jaga Fisik Jelang Menopause, Wanita Tetap Harus Olahraga
Artinya ketika pada fase menopause, jelang maupun sudah masuk, tidak sembarang jenis olahraga bisa dilakukan.
Baca Juga:
Melansir berbagai sumber, Minggu (25/1/2026), menopause nyatanya mempengaruhi aktivitas olahraga bagi wanita, baik cara maupun jenisnya.
Jadi pilihan olahraga ini dilakukan agar benar-benar bisa menunjang kesehatan dan tidak memperburuk gejala menopause pada wanita.
Berikut cara maupun jenis olahraga yang pas:
1. Durasi
Olahraga tak harus dilakukan berjam-jam. Bisa jalan cepat selama 30 menit sehari, dilakukan dalam lima hari seminggu.
Meski hanya jalan kaki, naikkan intensitas dengan menaikkan kecepatan agar jantung lebih terlatih.
2. Kesukaan
Olahraga memang menantang ditambah tuntutan untuk melakukannya secara konsisten. Oleh karenanya, pilih jenis olahraga yang memang disukai.
3. Pembentukan otot
Otot yang kuat bisa melindungi kesehatan seiring bertambah usia dengan memperlambat pengeroposan tulang dan penambahan berat badan.
Setelah menopause, bisa lebih berisiko mengalami patah tulang dan osteoporosis karena pengeroposan tulang dan peningkatan berat badan.
Bangun otot tanpa lemak plus jaga kesehatan tulang dengan menu seperti, squat, lunges, push up, gerakan seperti engsel (hinge movement), gerakan menarik dan mendorong.
4. Keseimbangan dan stabilitas
Pastikan punya rutinitas latihan keseimbangan dan stabilitas. Latihan bisa berupa yoga dan pilates.
5. Kardio
Orang yang punya kadar estrogen tinggi risikonya rendah terkena penyakit jantung.
Sebaliknya, saat kadar estrogen menurun, efek perlindungan terhadap penyakit jantung juga menurun.
Dalam situasi menopause, wanita jadi lebih berisiko terkena masalah jantung.
Olahraga yang sifatnya kardio pun sangat mendukung kesehatan jantung usai menopause.
6. Meditasi
Meditasi bisa dianggap sebagai pelengkap dalam rutinitas olahraga. Meditasi dapat membantu mengelola stres terkait menopause.
Meditasi bisa dilakukan sebagai bentuk pendinginan setelah berolahraga. Tak perlu waktu lama, cukup hanya 5-10 menit
Sebagai informasi, gejala menopause pada wanita antara lain haid tidak teratur, kekeringan vagina, libido rendah, hot flushes, keringat di malam hari, kekurangan energi, perubahan kulit, dan rasa cemas.
Pun, sebelum masuk menopause, wanita mengalami periode hormon estrogen berkurang secara bertahap. Perubahan ini dialami oleh wanita usia 45 tahun ke atas.
Jangan Asal Sit Up, Pemilik Perut Buncit Bisa Kena Hernia
Sebanyak 352 Atlet Ikuti Porcam Patumbak ke-1 2025
Tren Olahraga Malam Warnai Hidup Gen Z, Jadi Hiburan Baru
Api Porkot Berkobar, Rico Waas Beri Semangat Atlet Yang Akan Bertanding
Haornas Sumut 2025 Dinilai Lesu, Tokoh Olahraga: Sekadar Seremoni, Tanpa Apresiasi