Senin, 26 Januari 2026

Jaga Fisik Jelang Menopause, Wanita Tetap Harus Olahraga

Fitri - Minggu, 25 Januari 2026 21:53 WIB
Jaga Fisik Jelang Menopause, Wanita Tetap Harus Olahraga
freepik.com
Ilustrasi, meditasi
Kitakini.news - Menopause adalah siklus hidup seorang wanita dan itu normal. Namun, fase itu juga berpengaruh dalam pilihan cara olahraga.

Artinya ketika pada fase menopause, jelang maupun sudah masuk, tidak sembarang jenis olahraga bisa dilakukan.

Baca Juga:

Melansir berbagai sumber, Minggu (25/1/2026), menopause nyatanya mempengaruhi aktivitas olahraga bagi wanita, baik cara maupun jenisnya.

Jadi pilihan olahraga ini dilakukan agar benar-benar bisa menunjang kesehatan dan tidak memperburuk gejala menopause pada wanita.

Berikut cara maupun jenis olahraga yang pas:

1. Durasi

Olahraga tak harus dilakukan berjam-jam. Bisa jalan cepat selama 30 menit sehari, dilakukan dalam lima hari seminggu.

Meski hanya jalan kaki, naikkan intensitas dengan menaikkan kecepatan agar jantung lebih terlatih.

2. Kesukaan

Olahraga memang menantang ditambah tuntutan untuk melakukannya secara konsisten. Oleh karenanya, pilih jenis olahraga yang memang disukai.

3. Pembentukan otot

Otot yang kuat bisa melindungi kesehatan seiring bertambah usia dengan memperlambat pengeroposan tulang dan penambahan berat badan.

Setelah menopause, bisa lebih berisiko mengalami patah tulang dan osteoporosis karena pengeroposan tulang dan peningkatan berat badan.

Bangun otot tanpa lemak plus jaga kesehatan tulang dengan menu seperti, squat, lunges, push up, gerakan seperti engsel (hinge movement), gerakan menarik dan mendorong.

4. Keseimbangan dan stabilitas

Pastikan punya rutinitas latihan keseimbangan dan stabilitas. Latihan bisa berupa yoga dan pilates.

5. Kardio

Orang yang punya kadar estrogen tinggi risikonya rendah terkena penyakit jantung.

Sebaliknya, saat kadar estrogen menurun, efek perlindungan terhadap penyakit jantung juga menurun.

Dalam situasi menopause, wanita jadi lebih berisiko terkena masalah jantung.

Olahraga yang sifatnya kardio pun sangat mendukung kesehatan jantung usai menopause.

6. Meditasi

Meditasi bisa dianggap sebagai pelengkap dalam rutinitas olahraga. Meditasi dapat membantu mengelola stres terkait menopause.

Meditasi bisa dilakukan sebagai bentuk pendinginan setelah berolahraga. Tak perlu waktu lama, cukup hanya 5-10 menit

Sebagai informasi, gejala menopause pada wanita antara lain haid tidak teratur, kekeringan vagina, libido rendah, hot flushes, keringat di malam hari, kekurangan energi, perubahan kulit, dan rasa cemas.

Pun, sebelum masuk menopause, wanita mengalami periode hormon estrogen berkurang secara bertahap. Perubahan ini dialami oleh wanita usia 45 tahun ke atas.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Jangan Asal Sit Up, Pemilik Perut Buncit Bisa Kena Hernia

Jangan Asal Sit Up, Pemilik Perut Buncit Bisa Kena Hernia

Sebanyak 352 Atlet Ikuti Porcam Patumbak ke-1 2025

Sebanyak 352 Atlet Ikuti Porcam Patumbak ke-1 2025

Tren Olahraga Malam Warnai Hidup Gen Z, Jadi Hiburan Baru

Tren Olahraga Malam Warnai Hidup Gen Z, Jadi Hiburan Baru

Api Porkot Berkobar, Rico Waas Beri Semangat Atlet Yang Akan Bertanding

Api Porkot Berkobar, Rico Waas Beri Semangat Atlet Yang Akan Bertanding

Haornas Sumut 2025 Dinilai Lesu, Tokoh Olahraga: Sekadar Seremoni, Tanpa Apresiasi

Haornas Sumut 2025 Dinilai Lesu, Tokoh Olahraga: Sekadar Seremoni, Tanpa Apresiasi

Seleksi Rektor USU Diminta Bebas dari Kepentingan Politik, 12 Nama Bakal Calon Mendaftar

Seleksi Rektor USU Diminta Bebas dari Kepentingan Politik, 12 Nama Bakal Calon Mendaftar

Komentar
Berita Terbaru