Perubahan pada Kaki Bisa Menunjukkan Penyakit Parah
Melansir berbagai sumber, Senin (19/1/2026) adalah konsultan bedah vaskular dan endovaskular Aster RV Hospital di India, Dr A Arun Kumar, yang mengatakan ini.
Baca Juga:
Katanya, beberapa perubahan pada kaki bisa jadi mengindikasikan adanya masalah kesehatan, berikut penjelasannya:
1. Bengkak
Pembengkakan pada kaki, terutama di area telapak, betis, dan pergelangan, perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan gangguan sejumlah organ tubuh.
Kondisi tersebut bisa berhubungan dengan masalah pada jantung.
"Ketika aliran darah atau limfa terganggu, tubuh mengalami edema. Ini menyebabkan penumpukan cairan di jaringan tubuh sehingga terjadi pembengkakan," katanya.
"Kondisi ini dapat mengindikasikan gagal jantung, di mana jantung memompa darah dengan buruk sehingga cairan menumpuk di kaki akibat pengaruh gravitasi," tambahnya.
Pembengkakan kaki juga dapat terkait dengan kondisi seperti adanya bekuan darah di kaki, penyakit ginjal atau gagal ginjal, serta penyakit hati (sirosis).
Pembengkakan pada kaki yang muncul mendadak dan semakin parah atau disertai gejala seperti sesak napas tidak boleh diabaikan.
2. Kram
Ketika bersiap tidur dan meregangkan kaki setelah aktivitas seharian, kram kaki dapat muncul secara mendadak.
Kram ini biasanya singkat, tetapi jika sering terjadi mungkin mengindikasikan masalah kesehatan serius.
"Kondisi ini menjadi lebih parah ketika pasien mengalami dehidrasi atau efek samping obat yang menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit," kata Dr Kumar.
Selain ketidakseimbangan elektrolit, kram juga bisa terjadi akibat sirkulasi darah yang buruk dan masalah ginjal.
3. Luka
Luka kaki yang meski kecil lama sembuhnya mungkin disebabkan oleh diabetes.
Dengan kata lain, luka kaki yang tidak sembuh dalam waktu 7–10 hari perlu diperiksa, terutama pada orang dewasa yang lebih tua.
4. Mati Rasa dan kesemutan
Kaki mati rasa dan kesemutan bisa karena kurang bergerak, tetapi keluhan yang menetap bisa jadi mengindikasikan munculnya diabetes.
Dr Kumar mengatakan bahwa rasa seperti ditusuk jarum pada kaki bisa jadi menandakan neuropati diabetik, yang terjadi ketika kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang merusak saraf.
"Diabetes adalah salah satu penyebab paling umum kondisi ini, dan juga menjadi alat prediksi penyakit kardiovaskular, karena mati rasa menandakan peningkatan risiko penyakit jantung, terlepas dari adanya nyeri," katanya.
5. Dingin
Kaki yang tetap terasa dingin meski sudah diberi lapisan dan dihangatkan bisa jadi merupakan salah satu tanda penyakit arteri perifer, yaitu kondisi ketika plak menumpuk di arteri kaki.
Penyakit arteri perifer mengurangi suplai oksigen ke kaki dan secara drastis meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
"Penyempitan pembuluh darah ini bisa semakin memperlambat aliran darah dan menyebabkan kram atau luka yang sulit sembuh," katanya.
6. Warna
Perubahan warna kulit pada kaki juga bisa mengindikasikan masalah sirkulasi atau metabolisme.
Menurut Dr Kumar, kulit pada bagian bawah kaki dapat berubah menjadi cokelat kemerahan hingga ungu atau gelap akibat dermatitis stasis vena, yang terjadi pada pasien dengan insufisiensi vena kronis.
"Darah menumpuk di vena yang rusak, lalu merembes ke jaringan kulit, menyebabkan perubahan warna akibat endapan hemosideri," katanya.
Pun warna kemerahan tidak normal mendadak muncul pada kaki sebaiknya tidak dianggap sepele, karena menurut Dr Kumar kondisi ini bisa mengarah pada trombosis vena dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT).
"DVT adalah bekuan darah yang memerlukan penanganan segera, karena bekuan yang tidak ditangani dapat berpindah ke paru-paru dan berakibat fatal," pungkasnya.
Efek Bencana Banjir, Ini Empat Wabah Penyakit yang Kerap Muncul
Jelang Harlah Ke-97, Pemuda Muslimin Indonesia Padangsidimpuan Siap Gelar Donor Darah
Langka! Ada Bayi di Aceh Lahir dengan 15 Jari Kaki
DPRD dan Dinkes Sumut Bentuk Satgas UHC
Vidi Aldiano Pamit dari Panggung dan Podcast, Fokus pada Kesehatan