Awas, Stroke Ringan Incar Pekerja Kantoran Usia 30-an
Melansir berbagai sumber, Selasa (7/10/2025), hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis okupasi, Fani Syafani.
Baca Juga:
Katanya, di balik layar laptop dan rutinitas rapat yang padat, banyak pekerja kantoran usia 30-an kini diam-diam menghadapi ancaman serius, stroke ringan atau transient ischaemic attack (TIA).
"Saat ini stroke tidak hanya terjadi pada usia tua. Pekerja muda berpotensi menuju stroke karena gaya hidupnya," ujar Fani.
Stroke ringan terjadi karena aliran darah ke otak sempat terhambat sementara. Jika tidak ditangani segera, kondisi ini bisa berkembang menjadi stroke berat yang jauh lebih berbahaya.
Gaya hidup yang tidak seimbang menjadi penyebab utama meningkatnya risiko stroke ringan di kalangan pekerja muda.
Banyak dari mereka memiliki kebiasaan tidur tidak teratur, sering melewatkan waktu makan, dan jarang berolahraga karena sibuk bekerja.
"Itu semua berpengaruh besar," katanya.
Pun, pola makan cepat saji yang menjadi pilihan praktis para pekerja kantoran turut memperburuk kondisi.
Tekanan pekerjaan tinggi dan jam kerja yang panjang sering kali membuat mereka menomorduakan kesehatan.
"Tapi sering kali orang menganggap hal ini biasa saja," ujar Fani.
Sebagai informasi, gejala awal stroke ringan kerap muncul secara halus dan sering diabaikan.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain kebas atau kesemutan di salah satu sisi tubuh, bicara menjadi pelo, atau gerakan melambat.
"Kalau sudah terasa kebas, kesemutan, atau ngomong agak lambat, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Jangan menunggu membaik sendiri," tegasnya.
Fani mengingatkan, menjaga kesehatan bukan sekadar pilihan, tetapi keharusan bagi pekerja muda.
Istirahat cukup, makan bergizi, dan meluangkan waktu untuk bergerak aktif adalah bentuk investasi jangka panjang bagi tubuh.
"Kalau telat sedikit saja, dari stroke ringan bisa jatuh ke kondisi yang mengkhawatirkan. Jangan tunggu sampai terlambat," pungkasnya.
Repdem Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Tapanuli Tengah untuk Warga Terdampak Bencana
PKN Sumut Kirim 10 Ton Beras dan Peralatan Pemulihan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
Sakit Pinggang Bukan Incar Orang Tua Saja, Anak Muda juga Kena
SMI Jadi Perpanjangan Tangan Warga Bantu Warga Untuk Bantu Korban Banjir Sumatera
Peringatan 78 Reskrim Polri, Polda Sumut Salurkan Bantuan Pada Warga Monginsidi dan Jurnalis Terdampak Banjir