Selasa, 13 Januari 2026

Buang Kebiasaan Memanaskan Masakan, Bahaya!

Fitri - Kamis, 11 September 2025 21:23 WIB
Buang Kebiasaan Memanaskan Masakan, Bahaya!
freepik
Ilustrasi, memanaskan makanan
Kitakini.news - Memanaskan masakan mungkin menjadi sesuatu yang praktis, tapi jangan terlalu sering. Pasalnya makanan yang berulang kali dimasak bisa berbahaya.

Melansir berbagai sumber, Kamis (11/9/2025), masak besar atau banyak lalu menyimpannya dalam kulkas dan kemudian memanaskannya kini sudah menjadi kebiasaan banyak orang.

Baca Juga:

Alasannya, tentu saja praktis. Dan, hal itu tidak seluruhnya salah. Namun, ketika masakan itu dipanaskan berulang-ulang, itu baru masalah.

Pasalnya, memanaskanmakanan berulang kali justru dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan.

Dan, tidak semua jenis makanan aman dipanaskan terus-menerus, bahkan ada yang justru bisa menimbulkan risiko serius bagi tubuh.

Berikut beberapa bahaya memanaskanmakanan terlalu sering:

1. Risiko keracunan

Food Standards Agency di Australia menyebut pemanasan makanan tidak selalu berarti aman dari bakteri.

Justru pada suhu tertentu, sekitar 5-60 derajat celcius, bakteri lebih mudah berkembang biak. Kondisi ini bisa memicu munculnya spora beracun.

Salah satu bakteri berbahaya adalah Clostridium botulinum yang dapat hinggap pada daging, ikan, telur, bahkan nasi.

Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri ini bisa berakibat keracunan serius.

2. Masalah pencernaan

Protein dalam makanan yang dipanaskan berulang kali dapat mengalami perubahan struktur.

Proses oksidasi asam amino dan nitrogen akibat pemanasan berulang dapat memicu gangguan pada sistem pencernaan.

Itu sebabnya, makanan berprotein tinggi seperti daging, ayam, dan ikan sebaiknya tidak dipanaskan berkali-kali.

3. Picu radikal bebas

Pemanasan berulang juga bisa merusak enzim yang berfungsi membantu pencernaan dan menstabilkan reaksi oksidasi di dalam tubuh.

Kerusakan enzim ini berpotensi memicu terbentuknya radikal bebas, yang bila menumpuk dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti kanker.

4. Hilangnya zat gizi

Food Science and Biotechnology (2017) menyebut, proses pemanasan sayur dapat menurunkan kadar vitamin C dan B yang sangat penting bagi tubuh.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ini Dia Lima Kota Terbaik di Dunia untuk Kulineran pada 2026

Ini Dia Lima Kota Terbaik di Dunia untuk Kulineran pada 2026

Ini Tiga Makanan Sehat yang Berpotensi Jadi Tren 2026

Ini Tiga Makanan Sehat yang Berpotensi Jadi Tren 2026

Malaysia Sebut Ayam Gepuk Asal Indonesia sebagai Kuliner yang Berbahaya

Malaysia Sebut Ayam Gepuk Asal Indonesia sebagai Kuliner yang Berbahaya

Indonesia Peringkat Lima Penyumbang Sampah Makanan

Indonesia Peringkat Lima Penyumbang Sampah Makanan

Seblak, Kuliner Viral yang Berasal dari Kerupuk Sisa, Ini Sejarahnya

Seblak, Kuliner Viral yang Berasal dari Kerupuk Sisa, Ini Sejarahnya

Lapas Binjai Beri Bansos ke Warga

Lapas Binjai Beri Bansos ke Warga

Komentar
Berita Terbaru