Tren Fesyen 2025, dari Tas hingga Warna
Melansir berbagai sumber, Minggu (5/1/2024), pada 2025 juga begitu. Banyak ahli maupun media fesyen memberikan prediksinya, seperti apa tren 2025.
Baca Juga:
Sebagian menganggap, tas berukuran besar akan kembali menjadi fashion statement tahun 2025. Tidak hanya menunjang gaya, tas besar menawarkan fungsi praktis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.
Berbagai brand fesyen, dari Louis Vuitton hingga merek lainnya, pun menghadirkan tas oversized yang menjadi simbol kemewahan sekaligus utilitas.
Lalu, 2025 akan menjadi era kebangkitan celana jeans longgar. Setelah skinny jeans sempat mengancam kembali populer, desainer merespons dengan menciptakan potongan yang lebih longgar, seperti barrel jeans dan wide-leg pants.
Soal motif, setelah dominasi pola leopard pada 2024, penggemar fesyen kini terpikat oleh motif bertema hewan lainnya. Tahun ini, motif harimau dan sapi diprediksi menjadi sorotan.
Selebriti seperti Rihanna yang memopulerkan motif sapi dan Katie Holmes yang mengenakan motif harimau menjadikan tren ini semakin diminati.
Pun classic stripes pola garis-garis, yang identik dengan gaya timeless, kembali menjadi tren besar. Popularitas jaket wanita dan kemeja rugby semakin menguatkan tren ini.
Desainer seperti Rabanne, Max Mara, dan Proenza Schouler, serta merek Gigi Hadid, "Guest In Residence," menghadirkan koleksi garis-garis dengan interpretasi modern.
Kalau soal warna, warna pastel seperti merah muda lembut, biru langit, dan sage green akan mendominasi tahun ini.
Desainer seperti Sandy Liang dan Brandon Maxwell terus menghadirkan palet warna cerah, diikuti oleh merek-merek edgy seperti Rabanne yang memberikan sentuhan eksperimental pada warna pastel.
Dan, warna coklat kopi atau espresso, menjadi bintang trenwarna tahun ini. Koleksi dari merek-merek seperti Tory Burch, Michael Kors, dan Bottega Veneta memadukan kehangatan klasik dengan sentuhan modern yang mewah.
Bandar & Kurir 100 Kg Sabu Divonis Seumur Hidup, Pengendali Dihukum Mati
BEI Dorong Literasi dan Inklusi Pasar Modal untuk Masyarakat Indonesia di 2026
Resolusi Finansial 2026, Pasar Modal sebagai Strategi Pengelolaan Aset Jangka Panjang
Ahmad Darwis: Penerimaan Calon Siswa Sekolah Rakyat Harus Diawasi Ketat
Pemda Rehabilitasi 3.000 Hektar Lebih Lahan Sawah Rusak Akibat Bencana di Tapanuli Tengah