Rabu, 21 Januari 2026

2025, 52 Juta Warga Indonesia Akan Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Fitri - Kamis, 26 September 2024 12:03 WIB
2025, 52 Juta Warga Indonesia Akan Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Ilustrasi/Freepik.com
Program tersebut akan diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang rentan, seperti penderita tuberkulosis (TBC), lanjut usia, dan mereka yang memiliki risiko penyakit katastropik seperti diabetes dan jantung.
Kitakini.news -Presiden terpilih Prabowo Subianto berencana meluncurkan program pemeriksaan kesehatan gratis dengan sasaran utama 52 juta penduduk Indonesia pada tahun 2025. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, dalam sebuah agenda BPJS Kesehatan pada Rabu (25/9/2024).

Baca Juga:

Menurut Hasan, pemerintah telah menganggarkan sekitar Rp 3,3 triliun untuk mendukung program ini. Anggaran tersebut akan diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang rentan, seperti penderita tuberkulosis (TBC), lanjut usia, dan mereka yang memiliki risiko penyakit katastropik seperti diabetes dan jantung.

Hasan menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan mereka. Dengan mengetahui risiko penyakit sejak dini, masyarakat diharapkan dapat melakukan tindakan pencegahan yang lebih efektif, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan jangka panjang.

"Pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan bagian dari upaya pencegahan. Masyarakat dapat mengetahui risiko penyakit yang diidapnya sehingga bisa diambil langkah pencegahan," kata Hasan.

Program ini juga sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana kesehatan masyarakat menjadi prioritas untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.

Selain anggaran untuk pemeriksaan kesehatan gratis, pemerintah juga telah mengalokasikan sekitar Rp 1,7 triliun untuk penambahan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. "Ini termasuk untuk menambah kapasitas layanan kesehatan agar dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat," tambah Hasan.

Program pemeriksaan kesehatan gratis ini direncanakan berlangsung selama lima tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan program ini dapat menjangkau sekitar 500 juta penduduk selama periode tersebut.

Namun, hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai skema pembayaran yang akan digunakan. Hasan menyebutkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan apakah BPJS Kesehatan akan menjadi salah satu skema pembayaran atau jika akan menggunakan mekanisme lain.

Dengan anggaran yang besar dan fokus pada kesehatan masyarakat, program ini diharapkan mampu menurunkan angka penyakit serius di Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Apresiasi Penutupan Izin 28 Perusahan, Yahdi: DPRDSU Akan Kawal Audit Izin Pemanfaatan Lahan

Apresiasi Penutupan Izin 28 Perusahan, Yahdi: DPRDSU Akan Kawal Audit Izin Pemanfaatan Lahan

BEI Dorong Literasi dan Inklusi Pasar Modal untuk Masyarakat Indonesia di 2026

BEI Dorong Literasi dan Inklusi Pasar Modal untuk Masyarakat Indonesia di 2026

Yahdi: Pengembalian TKD Rp1 T Percepat Pemulihan Pasca Banjir-Longsor

Yahdi: Pengembalian TKD Rp1 T Percepat Pemulihan Pasca Banjir-Longsor

Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Lingkungan, Luas Konsesi Capai 1 Juta Hektare

Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Lingkungan, Luas Konsesi Capai 1 Juta Hektare

Kepemimpinan Sadio Mané, Alasan Senegal Pantas Juara AFCON

Kepemimpinan Sadio Mané, Alasan Senegal Pantas Juara AFCON

Drama Panjang di Rabat: Penalti Kontroversial, Gol Extra Time Pape Gueye Antar Senegal Juara AFCON 2025

Drama Panjang di Rabat: Penalti Kontroversial, Gol Extra Time Pape Gueye Antar Senegal Juara AFCON 2025

Komentar
Berita Terbaru