Sejumlah Pemuda Diduga Pukuli Pesepeda Motor di Tapsel
Kitakini.news
– Sejumlah pemuda di Desa Holbung, Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten
Tapanuli Selatan (Tapsel), kuat dugaan tega memukuli pengendara sepeda motor, Senin
(24/4/2023) sore.
Baca Juga:
- INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
- Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
- FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
Para pemuda
terduga yang memukuli pengendara sepeda motor adalah, AAS (18), MR (16), dan
MRH (16). MR dan MRH, masih berstatus pelajar. Ketiganya juga warga Desa
Holbung.
Aksi dugaan
pemukulan tersebut, juga sempat terekam oleh ponsel warga. Dan, video dugaan
penganiayaan tersebut, juga sempat viral di media sosial.
Kapolres
Tapsel, AKBP Imam Zamroni melalui Kasat Reskrim, AKP Rudy Saputra, Selasa
(25/4/2023) pagi, membenarkan hal tersebut.
Kasat
menjelaskan, sebelum kejadian pemukulan, sejumlah pemuda itu kuat dugaan
menembaki salah seorang pengendara sepeda motor yang sedang melintas di Desa
Holbung, Kabupaten Tapsel.
“Korbannya adalah
Dzal Anwar (27), warga Jalan Jati Raya, Kelurahan Prumnas Pijor Koling,
Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara,” ungkap Kasat.
Menurut
Kasat, korban tak terima lantaran saat melintas di Desa Holbung, ada 5 pemuda
di pinggir jalan yang menembakinya dengan senjata mainan.
“Kemudian,
ketiga terduga pelaku tersebut menghampiri korban. Mereka, membawa kayu balok
dan besi. Lalu memukuli korban,” imbuh Kasat.
Aksi brutal
itu, sebut Kasat, membuat korban mengalami luka di kepala dan mengeluarkan
darah akibat pukulan benda tumpul.
“Warga
sekitar yang melihat itu, lantas datang melerai dan membawa korban berobat ke
Rumah Sakit Pintu Padang,” tutur Kasat.
Lebih lanjut
Kasat menerangkan, bahwa pihaknya juga sudah melakukan upaya mediasi terhadap
kedua belah pihak dengan dihadiri Kepala Desa Holbung dan orang tua kedua belah
pihak.
“Namun
disayangkan, dari hasil mediasi tersebut belum menemukan titik temu. Guna
memintai keterangan, pihaknya membawa 3 pemuda terduga pelaku pemukulan
tersebut ke Polres Tapsel,” paparnya.
Kasat
berpesan kepada orang tua yang anaknya terlibat penganiayaan agar menghadirkan
anak-anaknyanya untuk proses mediasi lanjutan di Mako Polres Tapsel.
“Untuk proses
mediasi ini, kita melibatkan Balai Permasyarakatan (Bapas) Sibolga. Sebab, ada
beberapa terduga pelaku yang masih di bawah umur,” ucapnya.
“Dan,
apabila dalam temp 1 x 24 jam, upaya mediasi tak membuahkan hasil, maka untuk
berkas perkara terhadap kasus ini akan tetap berlanjut. Namun, tidak akan dilakukan
penahanan,” tegasnya
Kontributor:
Efendi Jambak
INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
Berikut Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara
Kapolrestabes Medan Dukung Turnamen Domino PWI Sumut Jelang HPN 2026