Selasa, 13 Januari 2026

Reynaldi, Pembuang Mayat Bayi Via Ojol Dituntut 5 Tahun Penjara

Abimanyu - Kamis, 20 November 2025 19:03 WIB
Reynaldi, Pembuang Mayat Bayi Via Ojol Dituntut 5 Tahun Penjara
(Kitakini.news/Abimanyu)
Terdakwa saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Medan.

Kitakini.news -Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rizkie A. Harahap menuntut Reynaldi (25) dengan hukuman 5 tahun penjara terkait kasus pembuangan mayat bayi di salah satu Masjid di Kota Medan dengan menggunakan jasa ojek online (ojol).

Baca Juga:

Tuntutan dibacakan dalam persidangan di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri Medan, Kamis (20/11/2025).

Dalam tuntutannya, Jaksa menyatakan bahwa Reynaldi terbukti lalai hingga menyebabkan kematian, sebagaimana diatur dalam Pasal 359 KUHP.

"Menuntut, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Reynaldi selama 5 tahun penjara," ujar JPU dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Pinta Uli Tarigan.

Sementara itu, tuntutan terhadap terdakwa lainnya, Najma Hamida (21) yang tak lain adik Reynaldi sekaligus ibu dari bayi tersebut belum dapat dibacakan.

Jaksa menyebut Najma tidak dapat dihadirkan ke persidangan sehingga proses penuntutannya ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Majelis Hakim memberikan kesempatan bagi Reynaldi untuk menyampaikan Nota Pembelaan (Pleidoi) pada sidang berikutnya.

Kasus yang sempat menghebohkan publik

Peristiwa ini sempat menggemparkan warga Kota Medan dikarenakan mayat bayi itu ditemukan oleh seorang pengemudi ojek online, Yusuf yang mendapat pesanan untuk mengantarkan sebuah tas hitam ke Masjid Jamik di Jalan Ampera III, Medan Timur.

Setibanya di lokasi, Yusuf diminta untuk menitipkan paket kepada marbot masjid, namun saat itu tidak ada orang di dalam masjid. Ia mencoba menghubungi nomor pemesan dan penerima, tetapi tidak ada respons.

Setelah beberapa lama menunggu dan curiga dengan isi paket, Yusuf bersama warga membuka tas tersebut dan mendapati mayat bayi di dalamnya.

Polisi Tangkap Kedua Pelaku

Polrestabes Medan kemudian melakukan penyelidikan cepat. Polisi lebih dulu menangkap Najma Hamida disebuah kos-kosan di Jalan Selebes, Medan Belawan. Tak lama kemudian, Reynaldi ditangkap di kawasan Pasar VII, Medan Marelan, pada 9 Mei 2025.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa kedua kakak-beradik tersebut menjalin hubungan terlarang sejak 2022, dan bayi yang dibuang merupakan hasil hubungan sedarah. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Heru
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Warga Tapsel Ditemukan Tewas di Areal Perkebunan Aekgareder Kota Padangsidimpuan

Warga Tapsel Ditemukan Tewas di Areal Perkebunan Aekgareder Kota Padangsidimpuan

PMI Salurkan Bantuan Pemulihan Pascabencana, Targetkan Warga Kembali ke Rumah sebelum Ramadan

PMI Salurkan Bantuan Pemulihan Pascabencana, Targetkan Warga Kembali ke Rumah sebelum Ramadan

KM Nggapulu Sandar di Belawan dan Kembali Berangkat Membawa 2.910 Penumpang di Arus Balik Terakhir

KM Nggapulu Sandar di Belawan dan Kembali Berangkat Membawa 2.910 Penumpang di Arus Balik Terakhir

Empat Terdakwa Kurir dan Bandar 100 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati

Empat Terdakwa Kurir dan Bandar 100 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati

Polsek Sunggal Tangkap 3 Penganiaya Alvin V Ginting, Tiga Lagi Diburu

Polsek Sunggal Tangkap 3 Penganiaya Alvin V Ginting, Tiga Lagi Diburu

Terungkap Motif Anak Bunuh Ibu Kandung di Medan karena Sakit Hati

Terungkap Motif Anak Bunuh Ibu Kandung di Medan karena Sakit Hati

Komentar
Berita Terbaru