Sebanyak 110 WNI Melarikan Diri dari Perusahaan Judi Online di Kamboja, Minta Bantuan Presiden
Kitakini.news -Sebanyak 110 warga negara Indonesia (WNI) yang berhasil melarikan diri dari perusahaan scam perjudian online (judol) di Chrey Thum, Kamboja, kini terkatung-katung di Carantine Center Phnom Penh tanpa kepastian kapan bisa kembali ke Tanah Air.Mereka mengaku tak memiliki biaya pulang dan memohon bantuan dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca Juga:
Salah seorang korban, Afrizal
Fauzi Akbar alias Rizal,asal Jakarta Timur, kepada awak media, Rabu
(22/10/2025), mengatakan mereka kini berada di bawah pengawasan pihak berwenang
Kamboja setelah berhasil melarikan diri dari perusahaan yang mempekerjakan
mereka secara ilegal dan memperlakukan mereka secara tidak manusiawi.
"Kami sudah tiga hari berada di
Carantine Center di Phnom Penh. Total ada 110 orang. Kami semua kabur karena
sudah tidak tahan disiksa dan ditekan jika tidak mencapai target kerja," ujar
Rizal.
Sebelumnya, Mories, warga Kota
Binjai yang merupakan adik dari mantan pekerja di Kamboja, Chikal Ramadan,
menyebutkan dia menghubungi wartawan dan menyebut ratusan pekerja termasuk
sepupunya ikut kabur dan kini dalam kondisi memprihatinkan.
"Mereka kabur karena sudah
tidak tahan. Tapi setelah diamankan, mereka kesulitan mengurus Surat Perjalanan
Laksana Paspor (SPLP) karena harus keluar dari karantina dan tidak punya biaya
sama sekali," kata Mories.
Rizal menjelaskan, perusahaan
tempat mereka bekerja di Kamboja merupakan perusahaan scam berkedok bisnis
digital, namun sebenarnya adalah jaringan perjudian online ilegal. Selama
bekerja, mereka tidak digaji, bahkan beberapa dari mereka mengalami penyiksaan
fisik dan psikis.
"Sudah ada teman kami yang
bunuh diri karena tekanan di tempat kerja. Kami akhirnya nekat kabur
ramai-ramai dan diselamatkan oleh polisi Kamboja," ucap Rizal.
Kini, setelah berhasil
melarikan diri, mereka menghadapi masalah baru, bagaimana cara kembali ke
Indonesia. Mereka berharap bisa mencari pekerjaan sementara di Kamboja agar
dapat mengumpulkan ongkos pulang.
Namun, bila memungkinkan mereka
memohon agar pemerintah RI membantu kepulangan secara cuma-cuma.
"Kami sangat berharap Presiden
Prabowo dan pemerintah berkenan membantu kami pulang ke Indonesia. Kami tidak
punya uang dan keluarga kami di kampung pun tidak bisa membantu," ucap Rizal
dalam sebuah video yang kini viral di media sosial.
Dalam video yang beredar luas
di media sosial, tampak ratusan WNI dalam kondisi lemah dan kelelahan, berdiri
bersama di halaman karantina sambil memohon pertolongan.
Mereka mengenakan pakaian
sederhana, sebagian tanpa alas kaki, dan menyampaikan permohonan secara
langsung kepada Presiden RI.
"Kami hanya ingin pulang. Kami tidak minta macam-macam. Tolong bantu kami kembali ke rumah," ujar salah satu WNI dalam video.
Isu Tahanan Kabur di Medan Dibantah, Kejari Akui Ada Upaya Pelarian
Begal Pelajar SD Untuk Beli Sabu, Bari Ditembak Polisi
80 Calon PMI Ikuti Seleksi Kerja ke Jepang
Bahlil Ajak Generasi Muda Islam Jadikan Masjid Sebagai Pusat Pendidikan dan Perekonomian
Tiga Tahanan Melarikan Diri darii Lapas Kelas II B Siak Sri Indrapura