Kamis, 22 Januari 2026

Sebanyak 110 WNI Melarikan Diri dari Perusahaan Judi Online di Kamboja, Minta Bantuan Presiden

Azzaren - Rabu, 22 Oktober 2025 10:00 WIB
Sebanyak 110 WNI Melarikan Diri dari Perusahaan Judi Online di Kamboja, Minta Bantuan Presiden
Teks foto : Sebanyak 110 warga negara Indonesia (WNI) berhasil kabur dari perusahaan scam perjudian online (judol) di Chrey Thum, Kamboja. (Bayu)

Kitakini.news -Sebanyak 110 warga negara Indonesia (WNI) yang berhasil melarikan diri dari perusahaan scam perjudian online (judol) di Chrey Thum, Kamboja, kini terkatung-katung di Carantine Center Phnom Penh tanpa kepastian kapan bisa kembali ke Tanah Air.Mereka mengaku tak memiliki biaya pulang dan memohon bantuan dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Baca Juga:

Salah seorang korban, Afrizal Fauzi Akbar alias Rizal,asal Jakarta Timur, kepada awak media, Rabu (22/10/2025), mengatakan mereka kini berada di bawah pengawasan pihak berwenang Kamboja setelah berhasil melarikan diri dari perusahaan yang mempekerjakan mereka secara ilegal dan memperlakukan mereka secara tidak manusiawi.

"Kami sudah tiga hari berada di Carantine Center di Phnom Penh. Total ada 110 orang. Kami semua kabur karena sudah tidak tahan disiksa dan ditekan jika tidak mencapai target kerja," ujar Rizal.

Sebelumnya, Mories, warga Kota Binjai yang merupakan adik dari mantan pekerja di Kamboja, Chikal Ramadan, menyebutkan dia menghubungi wartawan dan menyebut ratusan pekerja termasuk sepupunya ikut kabur dan kini dalam kondisi memprihatinkan.

"Mereka kabur karena sudah tidak tahan. Tapi setelah diamankan, mereka kesulitan mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) karena harus keluar dari karantina dan tidak punya biaya sama sekali," kata Mories.

Rizal menjelaskan, perusahaan tempat mereka bekerja di Kamboja merupakan perusahaan scam berkedok bisnis digital, namun sebenarnya adalah jaringan perjudian online ilegal. Selama bekerja, mereka tidak digaji, bahkan beberapa dari mereka mengalami penyiksaan fisik dan psikis.

"Sudah ada teman kami yang bunuh diri karena tekanan di tempat kerja. Kami akhirnya nekat kabur ramai-ramai dan diselamatkan oleh polisi Kamboja," ucap Rizal.

Kini, setelah berhasil melarikan diri, mereka menghadapi masalah baru, bagaimana cara kembali ke Indonesia. Mereka berharap bisa mencari pekerjaan sementara di Kamboja agar dapat mengumpulkan ongkos pulang.

Namun, bila memungkinkan mereka memohon agar pemerintah RI membantu kepulangan secara cuma-cuma.

"Kami sangat berharap Presiden Prabowo dan pemerintah berkenan membantu kami pulang ke Indonesia. Kami tidak punya uang dan keluarga kami di kampung pun tidak bisa membantu," ucap Rizal dalam sebuah video yang kini viral di media sosial.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak ratusan WNI dalam kondisi lemah dan kelelahan, berdiri bersama di halaman karantina sambil memohon pertolongan.

Mereka mengenakan pakaian sederhana, sebagian tanpa alas kaki, dan menyampaikan permohonan secara langsung kepada Presiden RI.

"Kami hanya ingin pulang. Kami tidak minta macam-macam. Tolong bantu kami kembali ke rumah," ujar salah satu WNI dalam video.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Isu Tahanan Kabur di Medan Dibantah, Kejari Akui Ada Upaya Pelarian

Isu Tahanan Kabur di Medan Dibantah, Kejari Akui Ada Upaya Pelarian

Begal Pelajar SD Untuk Beli Sabu, Bari Ditembak Polisi

Begal Pelajar SD Untuk Beli Sabu, Bari Ditembak Polisi

80 Calon PMI Ikuti Seleksi Kerja ke Jepang

80 Calon PMI Ikuti Seleksi Kerja ke Jepang

Bahlil Ajak Generasi Muda Islam Jadikan Masjid Sebagai Pusat Pendidikan dan Perekonomian

Bahlil Ajak Generasi Muda Islam Jadikan Masjid Sebagai Pusat Pendidikan dan Perekonomian

Tiga Tahanan Melarikan Diri darii Lapas Kelas II B Siak Sri Indrapura

Tiga Tahanan Melarikan Diri darii Lapas Kelas II B Siak Sri Indrapura

Korban Salah Tangkap, Ketua Nasdem Sumut Minta Polisi Ungkap Siapa Iskandar

Korban Salah Tangkap, Ketua Nasdem Sumut Minta Polisi Ungkap Siapa Iskandar

Komentar
Berita Terbaru