Selasa, 27 Januari 2026

Emas sebagai Pelindung Kekayaan di Tengah Ketidakpastian Global

Siti Amelia - Jumat, 23 Januari 2026 13:26 WIB
Emas sebagai Pelindung Kekayaan di Tengah Ketidakpastian Global
dokumentasi amelia
Gunawan Benjamin.

Kitakini.news - Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan yang stabil, mencapai level tertinggi baru dengan beberapa pedagang menawarkan harga di atas Rp3 juta per gram. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan dinamika pasar, tetapi juga menarik perhatian masyarakat yang mencari alternatif investasi di era ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Menurut Analis Ekonomi Gunawan Benjamin, emas bukan sekadar logam mulia, melainkan instrumen yang dapat memberikan nilai tambah bagi pembeli bijak.

Baca Juga:

Dalam analisisnya, Gunawan Benjamin menjelaskan bahwa kenaikan harga emas dipengaruhi oleh faktor-faktor global seperti inflasi, ketegangan geopolitik, dan fluktuasi mata uang. "Emas sering kali menjadi safe haven ketika ekonomi dunia menghadapi gejolak, seperti potensi perang atau krisis finansial," kata Benjamin, Jumat (23/1/2026).

Dia menambahkan bahwa meskipun harga emas dunia dalam dolar AS telah naik, konversi ke rupiah membuatnya lebih mahal di pasar domestik, yang menciptakan variasi harga di antara pedagang.

Bagi pedagang emas, situasi ini menimbulkan tantangan pasokan. Benjamin mengungkapkan bahwa pedagang cenderung mempertimbangkan risiko koreksi harga, sehingga mereka mungkin membatasi stok atau menetapkan margin keuntungan yang lebih tinggi untuk melindungi diri. Hal ini, menurutnya, membuat harga emas di pasar lokal bisa berbeda signifikan dari harga internasional yang dikonversi.

Namun, bagi masyarakat umum, tren ini membuka peluang investasi yang strategis. Benjamin merekomendasikan beberapa langkah praktis untuk memanfaatkan emas sebagai bagian dari portofolio keuangan. "Bagi pemula, pilihlah emas batangan daripada perhiasan, karena lebih mudah dijual dan memiliki nilai intrinsik yang stabil," sarannya.

Gunawan juga menekankan pentingnya menggunakan dana yang benar-benar tidak terpakai, seperti excess fund, untuk menghindari risiko keuangan pribadi.

Selain itu, Benjamin menyarankan untuk memantau perkembangan ekonomi dan politik global. "Ketika kondisi memburuk, harga emas cenderung naik, memberikan peluang bagi investor untuk membeli. Sebaliknya, saat ekonomi stabil, pertimbangkan untuk menahan atau menjual," ujarnya.

Saat ini, dengan kabar positif di tengah gejolak dunia, ia merekomendasikan strategi "hold" bagi pemilik emas, karena potensi kenaikan lebih lanjut jika tensi geopolitik meningkat.

Dengan fokus pada nilai tambah, investasi emas dapat membantu melindungi kekayaan dari inflasi dan volatilitas pasar. Benjamin menutup analisisnya dengan pesan bijak: "Emas bukanlah jaminan keuntungan instan, tetapi alat untuk membangun ketahanan finansial jangka panjang."

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Risiko Tekanan Rupiah Meningkat, Meski Emas dan IHSG Naik di Tengah Geopolitik

Risiko Tekanan Rupiah Meningkat, Meski Emas dan IHSG Naik di Tengah Geopolitik

BEI Dorong Literasi dan Inklusi Pasar Modal untuk Masyarakat Indonesia di 2026

BEI Dorong Literasi dan Inklusi Pasar Modal untuk Masyarakat Indonesia di 2026

Resolusi Finansial 2026, Pasar Modal sebagai Strategi Pengelolaan Aset Jangka Panjang

Resolusi Finansial 2026, Pasar Modal sebagai Strategi Pengelolaan Aset Jangka Panjang

IHSG Menguat 0.47% di Penutupan Pekan, Rupiah Melemah Tapi Emas Stabil

IHSG Menguat 0.47% di Penutupan Pekan, Rupiah Melemah Tapi Emas Stabil

Harga Gula Pasir Naik di Sumut, Gunawan Benjamin : Potensi Kenaikan Sudah Berhenti!

Harga Gula Pasir Naik di Sumut, Gunawan Benjamin : Potensi Kenaikan Sudah Berhenti!

Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Pasar: IHSG Bertahan, Rupiah Tertekan Defisit APBN

Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Pasar: IHSG Bertahan, Rupiah Tertekan Defisit APBN

Komentar
Berita Terbaru