Kamis, 22 Januari 2026

Risiko Tekanan Rupiah Meningkat, Meski Emas dan IHSG Naik di Tengah Geopolitik

Siti Amelia - Kamis, 22 Januari 2026 10:41 WIB
Risiko Tekanan Rupiah Meningkat, Meski Emas dan IHSG Naik di Tengah Geopolitik
pixabay
Ilustrasi
Kitakini.news - Meskipun harga emas dunia dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan, risiko tekanan terhadap mata uang Rupiah tetap tinggi akibat sentimen geopolitik yang belum sepenuhnya stabil. Analis ekonomi melihat ini sebagai tantangan bagi investor domestik yang perlu waspada.

Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di 4,75 persen pada perdagangan kemarin, Rabu (21/1/2026). kebijakan ini membantu Rupiah menguat sementara ke level 16.895 per Dolar AS pagi ini, Kamis (22/1/2026). Namun, Gunawan Benjamin, Analis Ekonomi Sumatera Utara, menyoroti bahwa penguatan ini bersifat sementara.

Baca Juga:

"Kebijakan BI memang meredam tekanan Dolar AS, tapi sentimen negatif seperti perang dagang AS-Eropa dan kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun bisa memicu pelemahan Rupiah kembali," ujarnya.

IHSG, sambung dia, yang sempat tertekan oleh pencabutan izin usaha beberapa perusahaan, berhasil dibuka menguat di 9.052 hari ini, sejalan dengan bursa Asia. Namun, Benjamin memperingatkan bahwa isu geopolitik, termasuk rencana AS menganeksasi Greenland, masih menjadi bayang-bayang bagi pasar saham. "Penguatan ini belum menjamin stabilitas jangka panjang; investor harus memantau perkembangan global dengan hati-hati," tambahnya.

Di pasar komoditas, harga emas dunia menyentuh puncak $4.887 sebelum terkoreksi ke $4.785 per Dolar AS. Di Indonesia, emas diperdagangkan sekitar 2,6 juta per gram, dengan tekanan jual yang meningkat pasca-kenaikan tajam sebelumnya. "Emas sebagai safe haven masih diminati, tapi volatilitas geopolitik bisa membuat harganya fluktuatif, mempengaruhi daya beli masyarakat," kata Benjamin.

Dari perspektif ekonomi regional, Sumatera Utara sebagai daerah dengan sektor pertanian dan perdagangan, bisa terdampak langsung jika Rupiah melemah. Benjamin menyarankan diversifikasi investasi untuk mengurangi risiko.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Menguat 0.47% di Penutupan Pekan, Rupiah Melemah Tapi Emas Stabil

IHSG Menguat 0.47% di Penutupan Pekan, Rupiah Melemah Tapi Emas Stabil

Harga Gula Pasir Naik di Sumut, Gunawan Benjamin : Potensi Kenaikan Sudah Berhenti!

Harga Gula Pasir Naik di Sumut, Gunawan Benjamin : Potensi Kenaikan Sudah Berhenti!

Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Pasar: IHSG Bertahan, Rupiah Tertekan Defisit APBN

Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Pasar: IHSG Bertahan, Rupiah Tertekan Defisit APBN

Inflasi Indonesia Diproyeksi Naik, Geopolitik Venezuela Picu Kenaikan Harga Minyak dan Emas

Inflasi Indonesia Diproyeksi Naik, Geopolitik Venezuela Picu Kenaikan Harga Minyak dan Emas

Berikut Kolaborasi Lintas Sektor Tingkatkan Inovasi Menu Makan Bergizi Gratis di Sumut

Berikut Kolaborasi Lintas Sektor Tingkatkan Inovasi Menu Makan Bergizi Gratis di Sumut

Bank Indonesia Bareng Pemprov Sumut Dorong Penguatan Program Makan Bergizi Gratis untuk Jaga Stabilitas Harga

Bank Indonesia Bareng Pemprov Sumut Dorong Penguatan Program Makan Bergizi Gratis untuk Jaga Stabilitas Harga

Komentar
Berita Terbaru