BEI Dorong Literasi dan Inklusi Pasar Modal untuk Masyarakat Indonesia di 2026
Kitakini.news - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berkomitmen meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal, terutama di awal tahun ketika masyarakat sering merencanakan perbaikan keuangan.
Baca Juga:
Dengan program edukasi yang masif, BEI membantu individu memahami investasi sebagai alat perencanaan jangka panjang, bukan spekulasi, sehingga lebih banyak orang bisa berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala Perwakilan BEI Sumatera Utara, Pintor Nasution, dalam wawancara Rabu (21/1/2026), mengungkapkan bahwa edukasi adalah fondasi utama. "Literasi keuangan memungkinkan masyarakat mengenali risiko dan legalitas produk investasi, menghindari tawaran yang tidak masuk akal," katanya. Ini memberikan nilai tambah berupa keputusan bijak, membangun kebiasaan finansial sehat di tengah dinamika ekonomi 2026.
Pada 2025, BEI melalui Kantor Perwakilan dan Galeri Investasi menyelenggarakan 29.474 kegiatan edukasi offline dan webinar, diikuti 2.820.702 peserta. Tambahan 17.575 kegiatan virtual via media sosial menjangkau 24.092.031 orang di seluruh Indonesia.
Pintor menyoroti pemanfaatan teknologi untuk akses daring, seperti Sekolah Pasar Modal (SPM) yang mudah diakses secara online atau offline. "Program ini dirancang aplikatif, membantu calon investor memahami dasar-dasar saham, reksa dana, dan surat utang," jelasnya.
Dengan inklusi ini, tuturnya, jumlah investor tumbuh, memberikan dampak positif seperti pendampingan dari perusahaan sekuritas untuk investasi yang sesuai tujuan. Pintor menegaskan, "Edukasi berkelanjutan memastikan pasar modal menjadi sarana pengelolaan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan."
Resolusi Finansial 2026, Pasar Modal sebagai Strategi Pengelolaan Aset Jangka Panjang
BEI Sumut Lampau Target Edukasi Pasar Modal, Tambah Lima Galeri Investasi Baru
Konsentrasi Investor Pasar Modal di Sumut Terpusat di Medan, Didominasi Laki-Laki dan Generasi Z
Reksa Dana dan ETF, Jembatan Emas Investor Ritel di Tengah Geliat Pasar Modal Indonesia
Pasar Modal Indonesia Tangguh Hadapi Isu Politik Global