Dorong Ekonomi Kreatif Desa Pagardewa, PGN Serahkan Playground dan Landmark Wisata Danau Kemiri
Kitakini.news - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina terus berkomitmen membangun ketahanan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang inovatif. Pada Senin (12/1/2026), PGN menyerahkan sarana wisata edukatif kreatif berupa playground dan landmark wisata Danau Kemiri kepada Pemerintah Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Fasilitas ini merupakan bagian dari Program Inovasi Sosial Penguatan Desa Ekonomi Kreatif, Aman, dan Setara (Pendekar Dewa), yang dirancang untuk memberikan nilai tambah jangka panjang bagi warga setempat.
Baca Juga:
Desa Pagardewa, yang sebagian besar penduduknya bergantung pada perkebunan karet, menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga komoditas, keterbatasan akses air bersih, dan risiko kebakaran hutan saat musim kemarau. Program Pendekar Dewa hadir sebagai solusi berbasis kebutuhan lokal, dengan tujuan memperkuat ketahanan lingkungan, mendorong inklusivitas bagi kelompok rentan, dan mengembangkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan bertahap, dari pemetaan kebutuhan hingga penguatan kemandirian. Program ini ternyata membawa perubahan nyata, seperti peningkatan pendapatan petani karet hingga 33,3 persen pada 2025, mencapai Rp57,6 juta per tahun per petani.
Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana, menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan membangun sistem yang mendukung kemandirian masyarakat. "Program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek, tetapi membangun sistem yang mampu meningkatkan ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan," ujar Eri.
Pendekar Dewa dijalankan melalui tiga pilar utama: Aman, Setara, dan Ekonomi Kreatif, yang saling terintegrasi untuk menciptakan dampak holistik.
Pilar Aman, misalnya, telah berhasil menstabilkan harga karet melalui Stasiun Lateks dan Sebakul Dewa, sekaligus membuka peluang UMKM bagi keluarga petani. Pada 2025, 28 anggota keluarga petani terutama perempuan mendapatkan sumber penghasilan mandiri, dengan nilai penjualan UMKM mencapai Rp11,38 juta. Sementara itu, Pilar Setara mengatasi masalah akses air dengan membangun lima fasilitas MCK bertenaga PLTS dan kelompok pengelola air, memberikan akses bersih bagi 28 kepala keluarga serta membantu mitigasi kebakaran hutan.
Yang paling menonjol adalah Pilar Ekonomi Kreatif, yang mentransformasi Danau Kemiri menjadi pusat wisata edukatif dan ekonomi kreatif. Kawasan ini, dengan kapasitas air 22.500 meter kubik, dilengkapi aula, booth UMKM, playground, taman lalu lintas, dan amphitheater. Dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rumpun Kemiri, Danau Kemiri mencatat kunjungan 6.554 orang pada 2025, menghasilkan pendapatan wisata Rp92,48 juta, naik 191 persen dari periode sebelumnya.
"Danau Kemiri tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagai solusi berbasis kebutuhan masyarakat yang mendukung penguatan ketahanan lingkungan desa," tambah Eri.
Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Muara Enim, Juli Jumatan Nuri, mengapresiasi pendekatan komprehensif program ini. "Program PGN dirancang dan dijalankan dari hulu hingga hilir, mulai dari pemetaan permasalahan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan oleh warga. Pendekatan ini mencerminkan komitmen PGN dalam menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan," tandasnya.
PGN Pastikan Penyaluran Gas Bumi Andal Selama Nataru
Stasiun Gas Pagardewa, Tulang Punggung Pasokan Gas Bumi dari Sumatera ke Jawa
RUPSLB PGN Setujui Penyesuaian Anggaran Dasar, Langkah Patuh UU BUMN untuk Tata Kelola Lebih Kuat
PGN Gagas dan Renikola Teken Kerja Sama Penyediaan Compressed Biomethane Gas
PGN Inovasi Digital untuk Gas Bumi Andal, Jawaban atas Tantangan Energi Nasional