Rabu, 21 Januari 2026

Strategi Inalum Penuhi Kebutuhan Nasional, Potline Baru atau Upgrade Teknologi?

Siti Amelia - Rabu, 16 Juli 2025 12:55 WIB
Strategi Inalum Penuhi Kebutuhan Nasional, Potline Baru atau Upgrade Teknologi?
dokumentasi inalum
Pabrik Peleburan INALUM atau Smelter Aluminium yang berada di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara merupakan infrastruktur utama dari produksi aluminium INALUM. Dengan menggunakan teknologi modern, inovatif, dan ramah lingkungan menjadikan Smelter Kuala Tan

Kitakini.news - PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) sedang melakukan evaluasi terhadap berbagai strategi untuk meningkatkan kapasitas produksi aluminiumnya.

Baca Juga:

Saat ini, kapasitas produksi mencapai 274.000 ton per tahun, dan Inalum menargetkan untuk meningkatkan angka tersebut menjadi 300.000 ton, bahkan lebih, guna memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mencapai swasembada aluminium nasional.

Head Of Corporate Communication Inalum, Utrich Farzah mengungkapkan salah satu opsi utama yang sedang dipertimbangkan adalah pembangunan potline baru, yaitu potline keempat.

"Jika kita membangun potline keempat, kapasitas produksi tidak hanya akan meningkat menjadi 300.000 ton, tetapi bisa mencapai tambahan hingga 100.000 ton," jelas Farzah kepada wartawan di Medan, Rabu (16/7/2025).

Head Of Corporate Communication INALUM, Utrich Farzah.


Menurut perempuan yang akrab disapa Uti ini, Potline merupakan fasilitas yang memproduksi aluminium dan memerlukan konsumsi listrik yang sangat besar. Salah satu tantangan utama dalam penambahan potline ini adalah ketersediaan sumber listrik.

Inalum sebagai anggota MIND ID saat ini sedang mengeksplorasi potensi pasokan listrik dari PLTA Asahan 1 dan Asahan 3 untuk mendukung rencana peningkatan kapasitas ini.

Namun, Farzah juga menyadari bahwa peningkatan pasokan listrik secara penuh untuk Inalum dapat berdampak pada pasokan listrik bagi masyarakat.

Oleh karena itu, opsi lain yang sedang dikaji adalah peningkatan kapasitas mesin (pot) yang sudah ada dengan memanfaatkan teknologi terbaru.

"Dengan daya listrik yang tersedia saat ini, langkah yang bisa kita ambil adalah melakukan upgrade pada kapasitas mesin yang ada," terang Farzah.

Peningkatan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan tonase aluminium yang dihasilkan dengan jumlah listrik yang sama, meskipun peningkatannya mungkin tidak se signifikan penambahan potline baru.

Ambisi Smelter Kedua di Mempawah dan Kemandirian Alumina

Uti mengungkapkan kebutuhan aluminium nasional saat ini mencapai 1,2 juta ton per tahun. Dengan kapasitas Inalum di Kuala Tanjung yang diproyeksikan mencapai sekitar 300.000 ton, masih terdapat defisit yang signifikan. Untuk menutup kesenjangan ini, Inalum memiliki target ambisius untuk membangun smelter kedua di Mempawah, Kalimantan Barat.

Smelter kedua ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi 600.000 ton aluminium, sehingga total produksi nasional dari kedua smelter bisa mencapai 900.000 hingga 1 juta ton aluminium per tahun. Target ini diharapkan dapat membawa Indonesia menuju swasembada aluminium.

Seiring dengan pembangunan smelter kedua, sambungnya, kebutuhan alumina sebagai bahan baku utama juga akan meningkat drastis. Jika total produksi aluminium mencapai 900.000 ton, maka diperlukan sekitar 1,8 juta ton alumina.Untuk memenuhi kebutuhan ini, Inalum sebagai anggota MIND ID akan membangun fasilitas pemurnian bauksit menjadi alumina yang kedua, yaitu SGAR2 (Smelter Grade Alumina Refinery 2).

Saat ini, Indonesia telah memiliki SGAR1 yang berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun, sebuah terobosan teknologi karena sebelumnya Indonesia tidak memiliki fasilitas pengolahan bauksit menjadi alumina. Dengan beroperasinya SGAR2 yang juga berkapasitas 1 juta ton, total produksi alumina akan mencapai 2 juta ton per tahun. "Target 2028, SGAR2 sudah selesai," kata Farzah, optimis.

Baik SGAR2 maupun smelter kedua di Mempawah telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung kemandirian aluminium.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Apresiasi Penutupan Izin 28 Perusahan, Yahdi: DPRDSU Akan Kawal Audit Izin Pemanfaatan Lahan

Apresiasi Penutupan Izin 28 Perusahan, Yahdi: DPRDSU Akan Kawal Audit Izin Pemanfaatan Lahan

Yahdi: Pengembalian TKD Rp1 T Percepat Pemulihan Pasca Banjir-Longsor

Yahdi: Pengembalian TKD Rp1 T Percepat Pemulihan Pasca Banjir-Longsor

F-PAN DPRD Sumut Desak TKD Rp1,1 Triliun Segera Dikembalikan

F-PAN DPRD Sumut Desak TKD Rp1,1 Triliun Segera Dikembalikan

Tak Bebani Negara, Pilkada Melalui DPRD Hemat Biaya Politik

Tak Bebani Negara, Pilkada Melalui DPRD Hemat Biaya Politik

Dirut PT PASU Jadi Tersangka Baru Korupsi Penjualan Aluminium Inalum

Dirut PT PASU Jadi Tersangka Baru Korupsi Penjualan Aluminium Inalum

Terlibat Korupsi, Direktur Pelaksana PT Inalum Ditahan Kejatisu

Terlibat Korupsi, Direktur Pelaksana PT Inalum Ditahan Kejatisu

Komentar
Berita Terbaru