Tengah Ketegangan Geopolitik, IHSG dan Harga Emas Menguat
Kitakini.news - Pasar saham di China, termasuk Hang Seng, Shanghai, dan Shenzhen, menunjukkan performa positif dengan penutupan yang menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (6/4/2025).
Baca Juga:
Hal ini kontras dengan banyak bursa Asia lainnya yang mengalami penurunan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia juga mencatatkan penguatan signifikan sebesar 0,97%, ditutup di level 6.898,197.
Selama sesi perdagangan, IHSG bahkan sempat menyentuh level tertingginya di 6.913.
Ekonom Sumut Gunawan Benjamin mengatakan penguatan IHSG ini didorong oleh pergerakan mata uang Rupiah, meskipun Rupiah sendiri ditutup melemah di level 16.450 per US Dolar.
"Selama sesi perdagangan, Rupiah sempat tertekan hingga ke level 16.490 per US Dolar. Namun, setelah melemah di awal perdagangan, Rupiah berbalik arah dan memberikan dorongan positif bagi IHSG di sesi kedua," ujarnya.
Di tengah minimnya agenda ekonomi, pasar keuangan saat ini diwarnai oleh sentimen negatif akibat meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan.
Meskipun ketegangan geopolitik ini belum memberikan dampak signifikan pada pasar keuangan, para pelaku pasar tetap memantau perkembangan situasi konflik yang sedang berlangsung.
"Meskipun pasar saham tampak tenang, pasar logam mulia merespons dengan cepat. Harga emas mengalami kenaikan dan kini diperdagangkan sekitar $3.378 per ons troy, atau sekitar Rp1,8 juta per gram," tutur Gunawan.
Kenaikan harga emas ini menunjukkan bahwa pasar logam mulia mulai merasakan dampak dari ketegangan yang terjadi di kawasan Asia.
Dengan situasi yang terus berkembang, para investor diharapkan tetap waspada dan mengikuti perkembangan terkini untuk mengambil keputusan yang tepat.
Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Pasar: IHSG Bertahan, Rupiah Tertekan Defisit APBN
Inflasi Indonesia Diproyeksi Naik, Geopolitik Venezuela Picu Kenaikan Harga Minyak dan Emas
Konsentrasi Investor Pasar Modal di Sumut Terpusat di Medan, Didominasi Laki-Laki dan Generasi Z
Harga CPO Rebound, Ekonom Sumut Prediksi Kenaikan hingga 4.250 Ringgit per Ton
Harga Jagung Naik Dekati Rp7.000 per Kg, Ekonom Revisi Proyeksi Harga Daging Ayam