Selasa, 13 Januari 2026

Data AS Bikin Geger Pasar: IHSG Terombang-ambing, Emas Cetak Rekor Baru

Siti Amelia - Jumat, 18 Oktober 2024 09:38 WIB
Data AS Bikin Geger Pasar: IHSG Terombang-ambing, Emas Cetak Rekor Baru
dokumentasi
Gunawan Benjamin

Kitakini.news - Rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan telah mengguncang pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS menjadi pukulan telak bagi rupiah dan membuat IHSG bergerak dalam rentang yang cukup sempit.

Baca Juga:

"Kuatnya dolar AS membuat aset-aset berdenominasi rupiah, termasuk saham dan obligasi, menjadi kurang menarik bagi investor asing," ujar Gunawan Benjamin, seorang ekonom Sumut, Jumat (18/10/2024).

Selain itu, data ekonomi AS yang positif juga memicu spekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter yang hawkish. Hal ini dapat menghambat aliran dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dia bilang, dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia, Indonesia relatif lebih terdampak oleh penguatan dolar AS.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti ketergantungan Indonesia terhadap komoditas ekspor yang harganya ditentukan dalam dolar AS dan tingginya utang luar negeri dalam denominasi dolar AS.

Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan akan terus bergerak volatil, mengikuti perkembangan data ekonomi global dan sentimen pasar.

Namun, jelasnya, dalam jangka panjang, prospek IHSG masih cukup cerah, didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang masih solid dan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bagi investor, kondisi pasar saat ini menuntut kehati-hatian. Investor disarankan untuk melakukan diversifikasi portofolio dan memilih saham-saham berkualitas dengan valuasi yang menarik.

Selain itu, investor juga perlu memantau perkembangan kebijakan pemerintah dan global secara cermat.

Data ekonomi AS yang positif telah memberikan tekanan pada pasar keuangan Indonesia. Namun, investor tidak perlu terlalu pesimistis.

"Dengan strategi investasi yang tepat, investor masih dapat meraih keuntungan di tengah volatilitas pasar," tandasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ekonomi Global Menunjukkan Perbaikan, Tapi Tantangan di China dan Venezuela Tetap Mengkhawatirkan

Ekonomi Global Menunjukkan Perbaikan, Tapi Tantangan di China dan Venezuela Tetap Mengkhawatirkan

Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Pasar: IHSG Bertahan, Rupiah Tertekan Defisit APBN

Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Pasar: IHSG Bertahan, Rupiah Tertekan Defisit APBN

Inflasi Indonesia Diproyeksi Naik, Geopolitik Venezuela Picu Kenaikan Harga Minyak dan Emas

Inflasi Indonesia Diproyeksi Naik, Geopolitik Venezuela Picu Kenaikan Harga Minyak dan Emas

Harga CPO Rebound, Ekonom Sumut Prediksi Kenaikan hingga 4.250 Ringgit per Ton

Harga CPO Rebound, Ekonom Sumut Prediksi Kenaikan hingga 4.250 Ringgit per Ton

Harga Jagung Naik Dekati Rp7.000 per Kg, Ekonom Revisi Proyeksi Harga Daging Ayam

Harga Jagung Naik Dekati Rp7.000 per Kg, Ekonom Revisi Proyeksi Harga Daging Ayam

IHSG Terkoreksi Akibat Profit Taking, Fenomena Alami Pasar Saham Indonesia

IHSG Terkoreksi Akibat Profit Taking, Fenomena Alami Pasar Saham Indonesia

Komentar
Berita Terbaru