Selasa, 13 Januari 2026

Serangan Iran-Israel Tekan IHSG dan Rupiah, Investor Hindari Aset Berisiko

Siti Amelia - Rabu, 02 Oktober 2024 11:25 WIB
Serangan Iran-Israel Tekan IHSG dan Rupiah, Investor Hindari Aset Berisiko
pixabay
Ilustrasi rupiah

Kitakini.news - Sentimen negatif dari serangan Iran ke Israel dan data manufaktur AS yang buruk membuat pasar saham Indonesia, IHSG, dibuka melemah hari ini, Rabu (2/10/2024).

Baca Juga:

Indeks acuan Tanah Air terpantau turun hingga 7.601 poin di awal perdagangan.

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, menjelaskan kombinasi antara gejolak geopolitik di Timur Tengah dan data ekonomi global yang kurang menggembirakan telah membuat investor cenderung menghindari aset berisiko.

"Serangan Iran ke Israel meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global, sehingga investor lebih memilih untuk mengamankan aset mereka," ujar Gunawan.

Selain itu, data manufaktur AS yang masih menunjukkan kontraksi juga memberikan tekanan tambahan terhadap IHSG. Data ini mengindikasikan bahwa perekonomian terbesar dunia masih belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi.

Pelemahan IHSG juga diikuti oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Rupiah ditutup di level Rp15.220 per dolar AS, melemah dibandingkan penutupan sebelumnya.

"Pelemahan rupiah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kebijakan The Fed," tuturnya.

Kata Gunawan, meskipun The Fed telah melakukan pemangkasan suku bunga, namun pasar masih khawatir akan potensi kenaikan suku bunga di masa mendatang.

Serangan Iran-Israel juga menjadi faktor pelemahan rupiah. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkatkan permintaan terhadap aset-aset safe haven seperti dolar AS.

Meski begitu, harga emas dunia menguat seiring meningkatnya permintaan sebagai aset safe haven.

Gunawan memprediksi bahwa IHSG akan bergerak dalam rentang 7.550 hingga 7.630 poin dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp15.170 hingga Rp15.250 per dolar AS.

"Investor perlu tetap waspada terhadap perkembangan situasi geopolitik dan ekonomi global. Fluktuasi pasar yang tinggi dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan," tambah Gunawan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ekonomi Global Menunjukkan Perbaikan, Tapi Tantangan di China dan Venezuela Tetap Mengkhawatirkan

Ekonomi Global Menunjukkan Perbaikan, Tapi Tantangan di China dan Venezuela Tetap Mengkhawatirkan

Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Pasar: IHSG Bertahan, Rupiah Tertekan Defisit APBN

Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Pasar: IHSG Bertahan, Rupiah Tertekan Defisit APBN

Inflasi Indonesia Diproyeksi Naik, Geopolitik Venezuela Picu Kenaikan Harga Minyak dan Emas

Inflasi Indonesia Diproyeksi Naik, Geopolitik Venezuela Picu Kenaikan Harga Minyak dan Emas

IHSG Terkoreksi Akibat Profit Taking, Fenomena Alami Pasar Saham Indonesia

IHSG Terkoreksi Akibat Profit Taking, Fenomena Alami Pasar Saham Indonesia

Pasar Modal Indonesia Tangguh Hadapi Isu Politik Global

Pasar Modal Indonesia Tangguh Hadapi Isu Politik Global

Rupiah Terus Melemah, IHSG Terseret ke Zona Merah

Rupiah Terus Melemah, IHSG Terseret ke Zona Merah

Komentar
Berita Terbaru