Selasa, 13 Januari 2026

Implementasi Empatik AI Buat Indosat dapat Penghargaan

Siti Amelia - Senin, 02 September 2024 12:17 WIB
Implementasi Empatik AI Buat Indosat dapat Penghargaan
humas indosat
Ilustrasi

Kitakini.news - Berhasil dalam mengembangkan dan mengimplementasikan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Indosat membuat karyawan tidak menjadikan AI sebagai ancaman, melainkan sebagai sahabat.

Baca Juga:

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) pun kembali meraih penghargaan di ajang bergengsi Stevie Awards 2024 untuk kategori HR Department of the Year.

Indosat menjadi satu-satunya perusahaan dari Indonesia yang memenangkan kategori ini.

Indosat telah mengimplementasikan AI dan Robotic Process Automation (RPA) untuk meningkatkan produktivitas karyawan dengan mengambil alih tugas-tugas repetitif. Tugas administratif yang sebelumnya membutuhkan waktu satu hari kini hanya memerlukan waktu sepuluh menit.

Indosat juga memiliki asisten virtual AI bernama "ASTRID" (Assistant for Robotic Administration Indosat), yang tidak hanya mampu mengelola data, mengintegrasikan aplikasi untuk menghasilkan talent predictive analytics, tetapi juga mampu menunjukkan empati dengan menjawab pertanyaan harian karyawan dan mengirim pesan dukungan yang personal kepada karyawan-karyawan yang membutuhkan.

Hingga saat ini, lebih dari 3.100 pesan telah dikirim, menciptakan komunikasi yang kuat dan personal antara Indosat dan para karyawannya.

Director and Chief Human Resource Indosat Ooredoo Hutchison, Irsyad Sahroni dalam keterangannya, Senin (2/9/2024) mengatakan penghargaan ini adalah bukti komitmen Indosat untuk membangun organisasi yang siap menghadapi masa depan.

"Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional dan mencerminkan kepedulian kami, tetapi juga mempersiapkan karyawan kami untuk lebih gesit dalam menerapkan teknologi canggih di operasional kami," tuturnya.

Kata dia, karyawan seharusnya melihat AI bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas kerja mereka dan, yang lebih penting, sebagai keunggulan kompetitif yang meningkatkan nilai mereka sebagai talenta.

"Kami percaya bahwa teknologi harus sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan menjadi solusi digital yang memberikan dampak positif bagi semua," tandasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kalahkan Aljazair 2-0, Nigeria Ditunggu Tuan Rumah Maroko di Semifinal AFCON 2025

Kalahkan Aljazair 2-0, Nigeria Ditunggu Tuan Rumah Maroko di Semifinal AFCON 2025

Laga Paling Berisiko, Mesir dan Pantai Gading Bertaruh Segalanya

Laga Paling Berisiko, Mesir dan Pantai Gading Bertaruh Segalanya

Aljazair vs Nigeria: Laga Hidup Mati, Satu Kesalahan Bisa Jadi Petaka

Aljazair vs Nigeria: Laga Hidup Mati, Satu Kesalahan Bisa Jadi Petaka

Cerai setelah 29 Tahun Nikah, Ridwan Kamil Akui Khilaf tapi Bantah soal Aura Kasih

Cerai setelah 29 Tahun Nikah, Ridwan Kamil Akui Khilaf tapi Bantah soal Aura Kasih

AFCON 2025 Memanas, Delapan Raksasa Afrika Bentrok

AFCON 2025 Memanas, Delapan Raksasa Afrika Bentrok

Pemuda Masjid Dunia dan Artha Graha Peduli Kolaborasi Bersihkan Masjid dan Vihara di Lokasi Bencana

Pemuda Masjid Dunia dan Artha Graha Peduli Kolaborasi Bersihkan Masjid dan Vihara di Lokasi Bencana

Komentar
Berita Terbaru