Rabu, 14 Januari 2026

Yahdi Khoir: Bencana Ini Harus Jadi Titik Balik Menata Alam dan Kebijakan Lebih Bijaksana

Heru - Kamis, 04 Desember 2025 16:17 WIB
Yahdi Khoir: Bencana Ini Harus Jadi Titik Balik Menata Alam dan Kebijakan Lebih Bijaksana
(Kitakini.news/Heru Soesilo)
Ketua Fraksi PAN DPRD Sumatera Utara, Ir Yahdi Khoir MBA

Kitakini.news -Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Ir Yahdi Khoir MBA menyerukan agar bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di provinsi ini menjadi pelajaran berharga sekaligus momentum perubahan dalam pengelolaan lingkungan dan tata ruang.

Baca Juga:

Yahdi menjelaskan, cuaca ekstrem dan curah hujan luar biasa yang terjadi saat ini sebenarnya telah diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak 2–3 pekan sebelumnya. Fenomena atmosfer seperti Siklon disebut memberi pengaruh besar khususnya di wilayah Sumatera bagian barat, mulai dari Aceh, Sumatera Utara hingga Sumatera Barat.

"Peringatan BMKG itu seharusnya meningkatkan kewaspadaan kita. Tetapi harus kita akui, kesiapan kita masih kurang baik pemerintah, masyarakat, maupun perangkat penanggulangan bencana," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut ini menegaskan bahwa tingginya intensitas hujan bukan satu-satunya penyebab besar kerusakan yang terjadi. Aktivitas manusia, baik yang legal maupun ilegal, turut memperparah keadaan.

Menurutnya, terdapat tujuh perusahaan baik tambang, PLTA/PLTMH, maupun perkebunan yang diduga beroperasi di kawasan yang rentan dan memberi kontribusi pada kerusakan hutan serta alur sungai.

"Eksplorasi dan eksploitasi pasti merusak hutan, itu fakta ilmiah. Kita tidak perlu saling menyalahkan, tetapi harus jujur melihat persoalannya," tegasnya.

Namun, ia menolak keras penggunaan isu ini untuk mempolitisasi atau menyudutkan tokoh tertentu, termasuk Menteri atau pejabat periode sebelumnya.

"Tidak fair mengaitkan bencana ini dengan sosok Pak Zulkifli Hasan. Izin-izin konsesi hutan itu sudah ada dari masa ke masa, lintas pemerintahan. Dosa lingkungan ini adalah dosa kolektif kita sebagai bangsa," cetusnya.

Usulkan Moratorium Izin Konsesi

Melihat meningkatnya risiko bencana, Ketua Fraksi PAN ini mengusulkan moratorium pemberian izin konsesi, terutama izin tambang dan penggunaan kawasan hutan yang belum berjalan penuh.

"Banyak kepala daerah sebenarnya sudah melihat bahaya ini lebih dulu. Mereka sudah bersurat untuk meminta agar penerbitan izin ditunda. Kita harus apresiasi langkah-langkah antisipatif seperti ini," ujarnya.

Ia mencontohkan kasus di Kabupaten Batubara, Tapanuli Selatan, dan kawasan lain di pantai barat Sumut, di mana alur sungai diduga dialihkan, ditanami, bahkan dipotong untuk akses tertentu sehingga memperparah kerusakan saat banjir terjadi.

Ajak Pemerintah Pusat Turun Tangan

Kerusakan infrastruktur akibat bencana disebut sangat parah, termasuk lima titik jalan rusak sepanjang kurang lebih 18 kilometer di Batubara. Untuk itu, ia menilai Pemprov Sumut tidak bisa bekerja sendiri.

"Rehabilitasi ini butuh dukungan pusat. Ada jalan nasional yang rusak, ada akses vital yang putus. Kita tidak boleh membiarkan Sumatera Utara memikul beban ini sendirian," jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa Komisi D DPRD Sumut pada 10 Desember akan berkomunikasi langsung dengan Kementerian PUPR untuk meminta bantuan anggaran dan intervensi terutama pada wilayah-wilayah terdampak paling berat. Ia juga berharap TKD untuk Sumut tidak dikurangi, agar pemulihan bisa berjalan maksimal.

Momentum Refleksi dan Kebangkitan

Mengakhiri keterangannya, ia mengajak semua pihak untuk berhenti saling menyalahkan dan mulai bersatu memperbaiki tata kelola lingkungan.

"Bencana ini bukan untuk mencari kambing hitam. Ini panggilan alam agar kita lebih arif dan bertanggung jawab. Tugas kita adalah memastikan kejadian ini tidak terulang, dan itu hanya bisa dilakukan dengan kerja bersama: pemerintah, swasta, dan masyarakat," terangnya.

Ia menegaskan, Sumatera Utara harus bangkit dengan kebijakan yang lebih bermoral, lebih ilmiah, dan lebih berpihak pada keselamatan rakyat.

"Ini bukan sekadar bencana. Ini titik balik bagi kita semua," pungkasnya. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan, Progres Signifikan Menuju Penyelesaian Tepat Waktu

Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan, Progres Signifikan Menuju Penyelesaian Tepat Waktu

Harga Gula Pasir Naik di Sumut, Gunawan Benjamin : Potensi Kenaikan Sudah Berhenti!

Harga Gula Pasir Naik di Sumut, Gunawan Benjamin : Potensi Kenaikan Sudah Berhenti!

Saskia Chadwick Harus Kesurupan Pakai Bahasa Korea

Saskia Chadwick Harus Kesurupan Pakai Bahasa Korea

Kembali Dihantam Banjir, Tembok Sekolah Jebol dan Bangunan Hunian Sementara Ambruk

Kembali Dihantam Banjir, Tembok Sekolah Jebol dan Bangunan Hunian Sementara Ambruk

Timbul Sibarani: Pemimpin Golkar Sumut ke Depan Harus Mampu Besarkan Partai dan Merangkul Semua Kalangan

Timbul Sibarani: Pemimpin Golkar Sumut ke Depan Harus Mampu Besarkan Partai dan Merangkul Semua Kalangan

El Clasico Spanish Super Cup 2026 Membara di Jeddah: Barcelona Tekuk Real Madrid 3–2

El Clasico Spanish Super Cup 2026 Membara di Jeddah: Barcelona Tekuk Real Madrid 3–2

Komentar
Berita Terbaru