Indriani Terjebak di Taput, Sementara Rumah dan Tiga Anaknya Terdampak Longsor Tapteng
Kitakini.news - Sedih tak terbilangkan, inilah yang di alami oleh Indriani Cahniago, Warga Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Sudah enam hari Indriani beserta enam keluarganya terjebak longsor di Adian Koting Tapanuli Utara (Taput).
Baca Juga:
Kesedihannya bertambah karena rumah dan dua anak terdampak longsor di Desa Aek Tilang Induk Kecamatan Tukka, Tapteng.
Pengakuan Indriani, Minggu (30/11/2025), mereka terjebak longsoran Desa Sibalanga sejak Selasa (25/11/2025). Rombongan mereka ada 2 balita, 3 wanita dan satu besannya. Mobil yang mereka rental juga sudah kehabisan BBM jenis solar.
Sementara supir mereka, sudah lebih dahulu meninggalkan mereka karena memilih pulang ke Tukka dengan alasan keluarga dan rumah si sopir tertimbun material longsor. Selama enam hari ini, mereka tidur di mobil.
Meski mendapat pasokan makanan dari posko pengungsi yang ada di Desa Sibalanga, Indriani mengaku tidak selera makan. Bahkan pasokan roti yang dibagian dari dapur umum ibu ini simpan untuk diberikan kepada anaknya setelah bertemu.
Ibu ini kerap menangis mengingat bagaimana kondisi kedua orang anak Haikal Sitompul dan Rudi Sitompul di posko pengungsian, pasalnya rumah mereka juga tertimbun longsor.
Indriani mengaku, sudah pernah berkomunikasi dengan anaknya. Saat itu anaknya mengeluhkan lapar karena tidak ada bantuan makanan. Makanan tidak ada. Uang untuk beli telur pun tidak ada, belum lagi harga mahal satu butir mencari harga 5000.
Indriani memohon bantuan kepada Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu untuk mencari solusi bagaimana dirinya bisa pulang ke kampung halaman Tukka untuk bisa bertemu dengan anaknya.
Petani Tapanuli Utara Harapkan Pemulihan Persawahan Tertimbun
Akses Jalan Tarutung Sibolga Sudah capai KM 35
Longsor Hantam 7 Mobil di Taput, Sekeluarga Meninggal
Mini Bus Tertimpa Longsor di Jalinsum Tapanuli Utara