Minggu, 14 Juli 2024

Uang Kuliah Mahal, Naffa Batal Kuliah di FIB USU

Azzaren - Sabtu, 25 Mei 2024 14:32 WIB
Uang Kuliah Mahal, Naffa Batal Kuliah di FIB USU
Teks foto : Naffa saat menunjukkan bukti kelulusannya masuk PTN USU di ponselnya. (Azzareen)

Kitakini.news - Betapa bahagianya Naffa Zahra ketika sekolah menyatakan dirinya lulus masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) USU.

Baca Juga:

Namun kebahagiaan itu seketika sirna, tatkala Naffa dan keluarganya mengetahui jumlah uang kuliah yang harus dibayar.

Naffa yang masuk PTN melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) terpaksa mengubur dalam-dalam keinginannya untuk berkuliah di PTN.

Ditemui di rumahnya di Jalan Sutrisno gang Cempaka, Medan, Sumatera Utara, Naffa menyatakan kekecewaannya karena tak mampu membayar uang kuliah atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) dalam istilah yang tren saat ini, sebesar Rp8,5 juta per semesternya.

"Saya sangat sedih dan kecewa saat tahu UKT mencapai Rp8,5 juta per semesternya. Jika UKTnya sebesar itu, gak sangguplah bayar uangnya," ujar Naffa, Sabtu (25/5/2024),

Dikatakannya awalnya UKT yang diketahuinya berjumlah Rp2,5 Juta hingga Rp3,1 Juta per semesternya. Namun saat dirinya lulus di USU ternyata sudah mencapai Rp8,5 juta per semesternya.

Naffa mengambil jurusan Sastra Arab di Fakultas Ilmu Budaya USU, sebuah jurusan yang sangat diidam-idamkannya karena dirinya sangat menyukai bahasa arab.

"Saya sangat senang sekali saat dinyatakan lulus di FIB jurusan sastra arab karena saya sangat suka dengan mata pelajaran bahasa arab," ujar alumni SMK Negeri 1 Medan.

Naffa mengungkapkan jika UKTnya Rp 8,5 juta, maka keluarganya tak sanggup untuk membayar uang kuliahnya. Dia hanya mengharapkan bantuan dari abangnya yang juga masih kuliah sambil bekerja. Sementara ayahnya sudah meninggal, sedangkan ibunya sudah tak serumah lagi dengannya.

Naffa tinggal bersama dengan nenek dan adiknya yang masih kelas 4 SD, sementara abangnya tinggal di Jalan Denai dan kakaknya yang sudah menikah juga jauh dari rumah neneknya.

Sedangkan untuk keperluan sehar-hari, dirinya dan neneknya mendapatkan bantuan dari adik ayahnya yang tinggal di Malaysia.

"Untuk keperluan sehari-hari mengharapkan bantuan adik ayah sedangkan abang membantu keperluan sekolah buat saya dan adik," papar Naffa yang merupakan anak ketiga dari 4 bersaudara.

Saat ini Naffa hanya membantu neneknya di rumah saja, dan jika UKT tak turun juga maka dirinya akan berusaha mencari pekerjaan saja.

"Abang saya bilang tahun ini saya tidak usah kuliah dulu sambil cari kerja. Insya Allah tahun depan akan dilihat lagi bagaimana situasinya," kata Naffa.

Dirinya berharap agar pemerintah mau merubah kebijakan ini dan USU mau menurunkan UKTnya.

"Jika UKTnya seperti yang dulu, Insya Allah saya bisa berkuliah, karena abang saya akan berusaha untuk mendapatkan uangnya," pungkas Naffa.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Deliserdang Butuh Peningkatan Kapasitas, Kualitas dan Pemeliharaan Infrastruktur Jalan

Deliserdang Butuh Peningkatan Kapasitas, Kualitas dan Pemeliharaan Infrastruktur Jalan

Muhaimin "Lempar" Kritik Pedas Terhadap Usulan Mantan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy

Muhaimin "Lempar" Kritik Pedas Terhadap Usulan Mantan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy

Acara keagamaan di India Rusuh, 116 Orang Tewas

Acara keagamaan di India Rusuh, 116 Orang Tewas

Johar Arifin: Jangan Bebankan UKT ke Mahasiswa, PTN Harus Cari Dana Sendiri

Johar Arifin: Jangan Bebankan UKT ke Mahasiswa, PTN Harus Cari Dana Sendiri

PDN Bermasalah, Dede Yusuf Sayangkan Hilangnya Data 800 Calon Mahasiswa Penerima KIP

PDN Bermasalah, Dede Yusuf Sayangkan Hilangnya Data 800 Calon Mahasiswa Penerima KIP

Data Nasional Diretas, Anggota Komisi I DPR-RI Desak Pemerintah Bentuk Satgas Khusus

Data Nasional Diretas, Anggota Komisi I DPR-RI Desak Pemerintah Bentuk Satgas Khusus

Komentar
Berita Terbaru