Jumat, 20 September 2024

Konsumen Muslim Harus Lebih Selektif Hindari Produk Terafiliasi Israel

Fitri - Senin, 02 September 2024 15:55 WIB
Konsumen Muslim Harus Lebih Selektif Hindari Produk Terafiliasi Israel
Ilustrasi/Freepik.com
Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) terus mendorong aksi boikot terhadap produk-produk terafiliasi Israel yang semakin marak di Indonesia.
Kitakini.news - Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) terus mendorong aksi boikot terhadap produk-produk terafiliasi Israel yang semakin marak di Indonesia. Upaya ini sejalan dengan panduan yang dirilis YKMI serta didukung oleh Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengidentifikasi lima kriteria produk yang memiliki afiliasi dengan Israel.

Direktur Eksekutif YKMI, Ahmad Himawan, mengungkapkan bahwa kriteria yang diumumkan oleh MUI memberikan landasan yang lebih kuat bagi umat Muslim Indonesia untuk menghindari produk-produk yang berafiliasi dengan Israel.

Baca Juga:

"YKMI sangat mendukung kriteria produk terafiliasi Israel dari MUI. Sebab, kriteria ini akhirnya memberikan landasan yang lebih kuat agar masyarakat Muslim dan konsumen Muslim menggunakan produk-produk nasional yang bukan produk terafiliasi Israel," ujar Ahmad Himawan.

Kriteria yang disampaikan oleh MUI mencakup aspek kepemilikan saham, sikap politik, serta nilai-nilai yang dianut oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Adapun lima kriteria produk terafiliasi Israel yang diumumkan MUI tersebut adalah: Pertama, saham mayoritas dan pengendali perusahaan dikuasai oleh pihak-pihak yang memiliki afiliasi dengan Israel. Kedua, pemegang saham pengendali perusahaan merupakan entitas asing yang memiliki bisnis aktif di Israel. Ketiga, sikap politik pengendali perusahaan mendukung politik genosida dan agresi Israel atas Bangsa Palestina. Keempat, nilai-nilai yang dianut produsen bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama, Pancasila, dan UUD 1945, seperti LGBT, terorisme, dan ultra-liberalisme. Dan kelima, sikap dan pernyataan politik dan ekonomi perusahaan, termasuk perusahaan global sebagai induknya, masih mempertahankan investasi di Israel.

Hal ini menguatkan panduan YKMI sebelumnya yang mencantumkan 10 produk prioritas yang harus dihindari, seperti Starbucks, Danone, Nestle, Zara, Kraft Heinz, Unilever, Coca Cola Group, McDonald's, Burger King, dan Mondelez.

Dukungan terhadap aksi boikot ini juga terlihat dari hasil survei yang dilakukan oleh GoodStats.id. Survei yang melibatkan 1.000 responden online pada periode 15-28 Juli 2024 menunjukkan bahwa 70,2% masyarakat Indonesia mendukung aksi boikot, sementara 77,2% menyatakan telah melakukan boikot dalam keseharian mereka.

Menurut survei ini, bagi mereka yang melakukan boikot, motif solidaritas terhadap Palestina (68,1%) dan ingin menekan Israel (55,3%) jadi alasan utama.

Di samping itu, sebanyak 30% responden jua menjadikan agama/keyakinan sebagai alasan untuk ikut dalam gerakan boikot.

Managing Editor GoodStats, Iip M. Aditiya, menjelaskan bahwa motif solidaritas terhadap Palestina dan keinginan untuk menekan Israel menjadi alasan utama masyarakat dalam mendukung dan melaksanakan boikot ini. "Hasil survei ini secara umum cukup menegaskan, bahwa masyarakat merasa punya peran krusial dalam upaya kolektif untuk mempromosikan perdamaian, salah satunya melalui aksi boikot," kata Iip.

Tidak hanya dari survei, dukungan terhadap aksi boikot ini juga terlihat dari berbagai pernyataan masyarakat di media sosial. Banyak pengguna media sosial yang secara terang-terangan mengkritik taktik perusahaan terafiliasi Israel dalam beriklan di Indonesia. Salah satu pengguna, @thejonosman, menulis di platform Threads, "Pada ngeh ga? Brand-brand terafiliasi Israel saat ini tidak pernah mencantumkan perusahaan induk di iklannya, macam unilev*, Nese, dan*n, dan lain sebagainya. Selain itu model iklannya, baik utama maupun figur, menggunakan tokoh berhijab."

Pernyataan tersebut didukung oleh banyak pengguna lain. Akun @artieaprillia menambahkan, "Ngeh banget… tiba-tiba modelnya berhijab semua, terus selalu ada tulisan label halal MUI-nya, iklan di TV gencar di jam 18.00 menuju malam... biaya pasang iklan paling mahal."

Sementara itu, akun @maryelshiro juga menyoroti pentingnya kewaspadaan dalam memilih produk, "Iya, makanya aku wanti-wanti ke anakku untuk ga ikutan patungan genosida, jadi sering aku ingetin kalau mau jajan atau beli produk di minimarket baca label produk yang teliti jangan ada tulisan Nes*e, U***r, Li*n, dan sebagainya."

Dukungan masyarakat yang masif di media sosial ini menunjukkan bahwa gerakan boikot terhadap produk-produk terafiliasi Israel semakin kuat dan meluas.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Regulasi Pelabelan BPA: Perlindungan Konsumen dari Risiko Bahan Kimia Berbahaya

Regulasi Pelabelan BPA: Perlindungan Konsumen dari Risiko Bahan Kimia Berbahaya

Pengamat Hukum Minta Majelis Hakim Tak Kabulkan Permohonan Penangguhan Penahanan Yansen dan Meliana Jusman

Pengamat Hukum Minta Majelis Hakim Tak Kabulkan Permohonan Penangguhan Penahanan Yansen dan Meliana Jusman

Solidaritas untuk Palestina, Le Minerale Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Solidaritas untuk Palestina, Le Minerale Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Mendarat di Paris, Presiden Israel Dilarang Turun Pesawat

Mendarat di Paris, Presiden Israel Dilarang Turun Pesawat

Setelah Dibakar dan Diduduki Tentara Israel, RS Indonesia Kembali Beroperasi

Setelah Dibakar dan Diduduki Tentara Israel, RS Indonesia Kembali Beroperasi

Bisnis Starbucks Turun Tajam, Efek Boikot dan inflasi, Pelanggan: Terlalu Sombong

Bisnis Starbucks Turun Tajam, Efek Boikot dan inflasi, Pelanggan: Terlalu Sombong

Komentar
Berita Terbaru