Kamis, 25 Juli 2024

Kejati Sumut dan Kejari Medan Tangkap DPO Terpidana Kasus Penggelapan Rp5,73 Miliar

Abimanyu - Rabu, 10 Juli 2024 20:03 WIB
Kejati Sumut dan Kejari Medan Tangkap DPO Terpidana Kasus Penggelapan Rp5,73 Miliar
Teks foto : Terpidana DPO terpidana kasus penggelapan Rp5,73 Miliar usai diamankan. (Abimanyu)

Kitakini.news -Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Negeri Medan menangkap DPO terpidana kasus penggelapan Rp5,73 miliar.

Baca Juga:

Terpidana yang diamankan yakni Sri Falmen Siregar, 38 tahun, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena mengabaikan panggilan dari Kejari Medan untuk dieksekusi sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor: 1016 K/PID/2023, tanggal 28 Agustus 2023.

"Tim Tabur dari Kejati Sumut bersama Kejari Medan menangkap terpidana Sri Falmen Siregar pada Selasa (9/7/2024) malam di parkiran Basement Capital Building Jalan Putri Hijau, Kota Medan," kata Koordinator Bidang Intelijen Kejati Sumut Yos Tarigan, Rabu (10/7/2024).

Penangkapan tersebut dilakukan menindaklanjuti putusan MA yang menyatakan terpidana terbukti melakukan penipuan terhadap korban Alex Purwanto selaku Direktur PT Cinta Raja Alex Purwanto sebesar Rp5,73 miliar.

"MA mengabulkan permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Medan dan menjatuhkan hukuman kepada Sri Falmen Siregar dengan pidana penjara selama 3 tahun," ujar Yos Tarigan.

Sebelumnya, kata Yos, JPU Kejari Medan menuntut Sri Falmen Siregar dengan pidana penjara selama 4 tahun, karena dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan.

Namun, majelis hakim PN Medan menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara kepada Sri Falmen Siregar. Majelis hakim menilai perbuatan terdakwa terbukti bersalah melakukan penipuan Rp5,73 miliar terhadap korban Alex Purwanto.

Terpidana kemudian menyatakan banding. Di tingkat Pengadilan Tinggi (PT) Medan, terpidana dinilai terbukti melakukan perbuatan tersebut, namun bukan pidana melainkan perbuatan perdata dan dijatuhi vonis lepas.

"Menanggapi vonis lepas itu, JPU Kejari Medan menempuh upaya hukum kasasi dan MA mengabulkan permohonan kasasi tersebut," kata dia.

Dalam putusan itu, lanjut Yos, MA menganulir vonis lepas Sri Falmen Siregar yang diberikan PT Medan dan memperkuat putusan 3 tahun yang sebelumnya dijatuhi pengadilan tingkat pertama.

"Saat ini, terpidana telah ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan untuk menjalani hukuman berdasarkan putusan MA," pungkas Yos Tarigan.

Diketahui, kasus ini bermula pada 2022, korban Alex Purwanto selaku Direktur PT Cinta Raja berkenalan dengan terdakwa Sri Falmen.

Terdakwa Sri Falmen mengaku dapat mengerjakan Legal Audit dan mengaudit karyawan (audit ketenagakerjaan) dalam rangka menunjang kinerja dan efektivitas usaha.

Kemudian korban dan terdakwa sepakat membuat perjanjian kerjasama. Namun, beberapa bulan berjalan semua perkataan terdakwa tidak sesuai dengan kenyataannya.

Sehingga korban merasa keberatan dan mengalami kerugian lebih kurang sebesar Rp5,73 miliar, dan membuat laporan ke Polrestabes Medan guna diproses lebih lanjut.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kejati Sumut Tahan Tiga Tersangka Korupsi Peningkatan Ruas Jalan Tobasa 2021

Kejati Sumut Tahan Tiga Tersangka Korupsi Peningkatan Ruas Jalan Tobasa 2021

Sambut HBA Ke-64, Kejari Medan Berbagi Santunan di Dua Panti Asuhan

Sambut HBA Ke-64, Kejari Medan Berbagi Santunan di Dua Panti Asuhan

Sambut HBA ke-64, Kajari Medan Ajak Muspika Lebih Aktif

Sambut HBA ke-64, Kajari Medan Ajak Muspika Lebih Aktif

Kejari Medan Segera Eksekusi Ketua Ormas Kennedy Manurung Terpidana Perusakan

Kejari Medan Segera Eksekusi Ketua Ormas Kennedy Manurung Terpidana Perusakan

Kejati Sumut Tahan Dua Tersangka Korupsi Rehabilitasi dan Renovasi Sarpras Sekolah

Kejati Sumut Tahan Dua Tersangka Korupsi Rehabilitasi dan Renovasi Sarpras Sekolah

Jajaran Pegawai di Kejari Medan Terapkan Parkir Berlangganan

Jajaran Pegawai di Kejari Medan Terapkan Parkir Berlangganan

Komentar
Berita Terbaru