Kamis, 25 Juli 2024

Warga Unjuk Rasa, Desak Usut Dugaan Korupsi Masjid Agung Riau

Azzaren - Rabu, 12 Juni 2024 19:03 WIB
Warga Unjuk Rasa, Desak Usut Dugaan Korupsi Masjid Agung Riau
Teks foto : Warga mendatangi Kejati Riau desak mengungkap dugaan korupsi dalam pembangunan enam payung elektrik Masjid Agung An Nur. (Fitra)

Kitakini.news -Ratusan warga berunjuk rasa menuntut Kejaksaan Tinggi Riau mengusut dugaan korupsi pembangunan payung raksasa Masjid Agung An Nur Riau.

Baca Juga:

Sejak dibangun dua tahun lalu, payung untuk fasilitas ibadah ini tidak bisa difungsikan. Padahal pengerjaan proyek tersebut sudah menghabiskan dana APBD 42 milyar rupiah.

Sekitar 300 warga mendatangi Gedung Kejaksaan Tinggi Riau, Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru, Selasa (11/6/2024). Massa ingin bertemu Kepala Kejati Riau Akmal Abbas.

Namun pengunjuk rasa dihadang puluhan anggota polisi di depan gerbang kejaksaan.

Warga mendesak Kejati Riau mengungkap dugaan korupsi dalam pembangunan enam payung elektrik Masjid Agung An Nur.

Sebelumnya Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Riau menemukan kerugian Negara Rp7,5 miliar dari total anggaran pembangunan Rp42 miliar.

Kerugian tersebut antara lain akibat kekurangan volume pekerjaan, pengadaan alat tidak sesuai spesifikasi dan sistem sensor belum terpasang.

Kejaksaan Tinggi Riau sempat melakukan penyelidikan kasus proyek payung elektrik Masjid Agung An Nur dan memeriksa sejumlah saksi.

Namun, kejaksaan menghentikan penyelidikan baru-baru ini dengan alasan kontraktor PT Bersinar Jesstive Mandiri sudah mengembalikan kerugian negara.

Payung elektrik Masjid Agung An Nur Pekanbaru kembali menjadi sorotan masyarakat. Payung raksasa yang dibangun dengan dana APBD Riau gagal difungsikan. Terpal ukuran 22x23 meter terlihat lepas dari besi penyangga.

Meski sempat diperbaiki, enam payung raksasa tidak bisa mengembang. Sejak dibangun tahun 2022, payung yang mirip di Masjid Nabawi Arab Saudi ini tidak beroperasi untuk kebutuhan sarana ibadah.

DPRD Riau menyatakan proyek payung elektrik sudah bermasalah sejak awal karena proses tender tidak transparan, melibatkan keluarga pejabat tinggi daerah dan kesalahan penunjukan tenaga ahli.

Sementara PJ Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan Pemprov Riau masih memperbaiki enam payung elektrik agar segera bisa digunakan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Payung Raksasa Masjid Agung Riau Rusak Lagi, BPK Temukan Kerugian Rp7,5 Miliar

Payung Raksasa Masjid Agung Riau Rusak Lagi, BPK Temukan Kerugian Rp7,5 Miliar

Hariyanto Dorong Pembangunan Mesjid Agung Segera Dirampungkan

Hariyanto Dorong Pembangunan Mesjid Agung Segera Dirampungkan

Komentar
Berita Terbaru