Sabtu, 22 Juni 2024

Ratu Narkoba asal Aceh dan Dua Rekannya Dihukum Mati

Tiga Rekan Mereka yang Lain Dihukum Seumur Hidup
Abimanyu - Rabu, 08 Mei 2024 20:03 WIB
Ratu Narkoba asal Aceh dan Dua Rekannya Dihukum Mati
Teks foto : Suasana sidang perkara narkotika yang berlangsung di Pengadilan Negeri Medan. (Abimanyu)

Kitakini.news -Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Medan. Majelis hakim menjatuhkan vonis mati kepada terdakwa Hanisah alias Nisa (39) yang dijuluki sebagai Ratu Narkoba asal Aceh, dalam sidang yang berlangsung di ruang Cakra V Pengadilan Negeri Medan, Rabu (8/5/2024) sore.

Baca Juga:

Selain terdakwa Hanisah alias Nisa, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa Al Riza alias Riza Amir Aziz (29) warga Desa Blang Mee, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, dan terdakwa Maimun alias Bang Mun (54) warga Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh.

"Menjatuhkan hukuman terhadap masing-masing terdakwa Hanisah alias Nisa, Al Riza alias Riza Amir Aziz dan Maimun alias Bang Mun dengan hukuman pidana mati," vonis Ketua majelis hakim Abdul Hadi Nasution di ruang Cakra V, Pengadilan Negeri Medan.

Sedangkan tiga terdakwa lain diantaranya, Nasrullah alias Nasrul Bin Yunus (33) warga Dusun Bungong, Kabupaten Bireuen, Hamzah alias Andah Bin Zakaria (31) warga Desa Teupin Rusep, Kabupaten Aceh Utara dan Mustafa alias Pak Muis (55) warga Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan (berkas terpisah) masing-masing dihukum pidana penjara seumur hidup.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa hal yang memberatkan keenam terdakwa ialah tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan Narkotika. Sedangkan hal yang meringankan tidak ditemukan.

Majelis hakim menilai bahwa perbuatan keenam terdakwa terbukti bersalah melanggar melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Yakni melakukan permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram, dengan barang bukti seberat 52,5 kg sabu dan 323.822 butir ekstasi.

Setelah mendengarkan putusan dari majelis hakim, JPU Rizkie Andriani Harahap maupun para terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir apakah mengajukan banding atau terima. Pasalnya sebelumnya JPU Kejari Medan menuntut keenam terdakwa dengan pidana mati.

Mengutip dakwaan JPU Rizkie Andriani Harahap mengatakan kasus bermula pada 22 Oktober 2022, terdakwa Hanisah bersama dengan Maimun alias Bang Mun, Salman (DPO) dan Erul (DPO) bertemu di Malaysia untuk membicarakan jual beli narkotika jenis sabu dan ekstasi.

"Terdakwa Hanisah alias Nisa bersama kelima terdakwa lainnya diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) RI pada 8 Agustus 2023 lalu, mereka ditangkap ditempat yang berbeda," ujar JPU Rizkie Andriani Harahap.

Lebih lanjut, kata JPU, penangkapan itu berawal dari hasil sidak yang dilakukan terhadap sebuah ruko depan pasar Sunggal, Kota Medan."Dari penangkapan itu, BNN berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 52.520 gram dan 323.822 butir ekstasi," ungkap JPU saat membacakan dakwaannya.

Selain narkotika, BNN juga mengamankan 1 unit mobil yang juga berada di dalam ruko dan rencananya akan digunakan sebagai alat atau sarana mengangkut dan membawa sabu serta pil ekstasi tersebut.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dua Terdakwa Pencurian Arus Listrik Penambangan Bitcoin Dihukum 5,5 Tahun Penjara

Dua Terdakwa Pencurian Arus Listrik Penambangan Bitcoin Dihukum 5,5 Tahun Penjara

Jaksa KPK Minta Hakim Tolak Eksepsi Bupati Labuhanbatu Nonaktif

Jaksa KPK Minta Hakim Tolak Eksepsi Bupati Labuhanbatu Nonaktif

Jaksa Banding atas Vonis Tiga Terdakwa Kasus Korupsi PT PSU

Jaksa Banding atas Vonis Tiga Terdakwa Kasus Korupsi PT PSU

Dinyatakan Pailit Meski Mengaku Tak Punya Utang

Dinyatakan Pailit Meski Mengaku Tak Punya Utang

Mediasi Gagal, Gugatan Rp642 M ke PT Jaya Beton Indonesia Lanjut ke Pokok Perkara

Mediasi Gagal, Gugatan Rp642 M ke PT Jaya Beton Indonesia Lanjut ke Pokok Perkara

Kasus Korupsi IPAL di Padang Sidempuan, Binsar Situmorang Dituntut 6 Tahun Penjara

Kasus Korupsi IPAL di Padang Sidempuan, Binsar Situmorang Dituntut 6 Tahun Penjara

Komentar
Berita Terbaru