Pasar Keuangan Minim Sentimen
Kitakini.news - Pasar keuangan pada perdagangan hari ini akan diperdagangkan dengan minim sentimen. Sementara itu, indeks keyakinan konsumen AS merealisasikan angka 100.4, atau hanya naik tipis dari perkiraan sebelumnya di angka 100. Kinerja bursa di Amerika dan Asia juga relatif bergerak stabil.
Baca Juga:
Ekonom Sumut Gunawan Benjamin menjelaskan IHSG disisi lainnya juga berpeluang untuk bergerak seirama dengan bursa asia lainnya. Pasar akan lebih banyak mengandalkan sentimen teknikal.
"IHSG pada perdagangan pagi ini ditransaksikan menguat di level 6.885. Mengacu kepada kinerja sejumlah indeks bursa regional dan minimnya agenda ekonomi, IHSG berpeluang bergerak sideways pada hari ini," tuturnya, Selasa (26/4/2024).
Sementara itu, kinerja mata uang Rupiah juga berpeluang bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. Rupiah pada perdagangan sesi pembukaan berada di level 16.445 per US Dolar.
Rupiah berpeluang untuk berada di kisaran 16.400 jelang rilis data inflasi AS pada perdagangan akhir pekan. Rupiah masih dibayangi tekanan seiring dengan langkah The FED yang tak kunjung memberi kepastian pemangkasan bunga acuan.
Disisi lainnya, harga emas ditransaksikan di zona merah. Harga emas mengalami penurunan jelang rilis data inflasi AS. Pada perdagangan pagi ini, harga emas ditransaksikan di kisaran level $2.319 per ons troy nya. Emas diperkirakan akan bergerak atraktif di akhir pekan nanti.
Ekonomi Global Menunjukkan Perbaikan, Tapi Tantangan di China dan Venezuela Tetap Mengkhawatirkan
Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Pasar: IHSG Bertahan, Rupiah Tertekan Defisit APBN
Inflasi Indonesia Diproyeksi Naik, Geopolitik Venezuela Picu Kenaikan Harga Minyak dan Emas
Harga CPO Rebound, Ekonom Sumut Prediksi Kenaikan hingga 4.250 Ringgit per Ton
Harga Jagung Naik Dekati Rp7.000 per Kg, Ekonom Revisi Proyeksi Harga Daging Ayam